Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Papua telah setuju dengan keputusan penundaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX saat rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo. Hal itu disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali.
Zainudin mengatakan, dalam rapat terbatas itu, Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal hadir mewakili Pemerintah Provinsi Papua selaku penyelenggara.
Baca juga: Belum Selesainya Venue Jadi Pertimbangan PON Papua Ditunda
“Mereka (Pemprov Papua) sangat menyambut baik. Begitu Bapak Presiden memutuskan ditunda, mereka tentu sangat menerima dan setuju dengan penundaan itu,” kata Zainudin dalam video conference, Kamis (23/4).
Zainudin mengatakan, sebelumnya Gubernur Papua Lukas Enembe yang juga Ketua Pantia Besar (PB) PON sudah mengirim surat ke Presiden Joko Widodo pada 7 April untuk meminta pertimbangan soal PON. Gubernur, kata Zainudin, menggambarkan kondisi di Papua akibat pandemi Covid-19.
“Dengan adanya pandemi virus korona, konsentrasi sumber daya yang ada di Papua diarahkan untuk penanganan virus corona. Makanya, mereka minta arahan bagaimana tentang PON,” kata Zainudin Amali.
Surat dari Gubernur Papua kepada Presiden itu kemudian menjadi bahan pertimbangan Jokowi dalam memutuskan nasib pelaksanaan PON. Selain itu, ada masukan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang merangkum rekomendasi dari induk cabang olahraga dan Komisi X DPR RI yang juga mempertimbangkan untuk menunda PON Papua.
Dalam rapat terbatas itu, PON XX Papua yang rencananya digelar 20 Oktober hingga 2 November diputuskan ditunda hingga Oktober tahun depan. (OL-6)
11 bandara perintis di tiga provinsi Papua kini telah diamankan sepenuhnya oleh pasukan TNI setelah Februari lalu ditutup akibat gangguan keamanan oleh kelompok kriminal bersenjata atau KKB
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya analisis dan evaluasi terhadap kebijakan yang sudah tidak relevan dengan kondisi terkini.
Papua Connection menyerukan penghentian kekerasan bersenjata di Tanah Papua, khususnya yang menyasar warga sipil, guru, dan tenaga kesehatan.
Insiden penyerangan terjadi di Pos Pengamanan PT Kristal Kilometer 38, Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire.
KAPOLRES Nabire AKBP Samuel Tatiratu, mengatakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya menyerang pos milik PT Kristalin yang berlokasi di Makimi, Kabupaten Nabire.
Agenda utama pertemuan adalah pembahasan pengembangan, hilirisasi, serta potensi ekspor komoditas kakao Papua ke pasar global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved