Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
Kesedihan diungkapkan para petenis dunia atas pembatalan turnamen Grand Slam Wimbledon akibat pandemi virus covid-19. Untuk pertama kali sejak Perang Dunia II, turnamen tenis Grand Slam Wimbledon tidak digelar.
Petenis asal Skotlandia, Andy Murray dan petenis Swiss Roger Fededer bertekad untuk kembali ke Wimbledon tahun depan.
Murray yang pernah menjuarai Wimbledon tahun 2013 dan 2016 mengaku sedih ketika mengetahui kabar penundaan Wimbledon 2020. Namun, dia mendukung keputusan tersebut sebagai langkah preventif.
“Saya sangat sedih karena Wimbledon tahun ini telah dibatalkan. Namun, dengan keadaan seperti sekarang, kesehatan semua orang menjadi hal yang paling penting,” kata Murray.
Atlet 32 tahun ini berambisi meraih gelar ketiganya di ajang Wimbledon, setelah absen sejak November 2019. Namun, keinginan tersebut tak bisa terwujud tahun ini karena turnamen ditangguhkan.
“Saya berharap bisa kembali ke lapangan rumput (Wimbledon) tahun depan. Semoga semuanya selamat dan sehat,” ujarnya.
Sementara itu, peraih delapan kali juara Wimbledon, Roger Federer, hanya menuliskan satu kata di akun Twitter-nya: 'Hancur'.
Baca juga: Akhirnya Turnamen Grand Slam Wimbledon Dibatalkan
Peringkat keempat dunia ini sangat menantikan datangnya Wimbledon tahun ini. Setelah tersingkir pada semifinal Australia Terbuka, Federer absen dari kompetisi sebab harus menjalani operasi lutut.
"Saya tidak sabar untuk kembali tahun depan," ujarnya.
Para petinggi Wimbledon memutuskan membatalkan turnamen Grand Slam tertua di dunia itu pada Rabu (1/4) sebagai respons atas pandemi covid-19.
Wimbledon rencananya digelar selama dua pekan mulai 29 Juni mendatang dengan Novak Djokovic dan Simona Halep akan mempertahankan gelar mereka.
Namun, All England Club tidak memiliki pilihan kecuali membatalkan turnamen yang pertama kali digelar pada 1877 karena pandemi covid-19. (Mirror/OL-14)
Boris Becker baru berusia 17 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari ketika ia mengalahkan Kevin Curren pada 1985, menjadikannya juara tunggal putra Wimbledon termuda sepanjang masa.
Swiatek mengalahkan Guo Hanyu, petenis dari babak kualifikasi, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-1.
Sinner memilih untuk fokus ke pemulihan cedera yang didapatnya di Wimbledon 2025.
Juara Wimbledon 2025 Jannik Sinner memberikan hadiah berupa bola tenis bertanda tangan kepada Pangeran George dan Putri Charlotte.
Carlos Alcaraz mengaku kekalahannya atas Jannik Sinner di Wimbledon memotivasinya untuk terus berkembang.
Jannik Sinner berhasil mengukir sejarah di Wimbledon setelah menundukan rivalnya Carlos Alcaraz 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved