Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainuddin Amali, mengaku optimistis dengan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Papua. Hal itu diucapkan Amali setelah melakukan rapat gabungan bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/2).
"Secara keseluruhan kita optimistis pelaksanaan PON XX 2020 di Papua ini akan bisa kita selenggarakan dengan baik. Pemerintah Pusat, Kementerian dan Lembaga akan bersama-sama dengan Pemerintah Daerah untuk melakukan percepatan terhadap hal-hal yang masih dirasakan kurang," kata Amali dalam rapat yang membahas penyelenggaraan PON XX di Papua, Jakarta, Selasa, (4/2).
Baca juga: Kawhi Leonard Bantu Clippers Menang Dramatis Atas Spurs
Lebih lanjut kata Amali, dalam rapat tersebut juga telah dipaparkan kesiapan masing-masing sesuai dengan bidangnya. "Tadi juga BIN, TNI, Polri menyampaikan dari sudut pengamanan, kemudian Menteri Dalam Negeri dari sisi tentang daerah, dan tentu soal penyelenggaraan kami (Menpora) yang menyampaikan," tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPR, Puan Maharani, menyampaikan penyelenggaraan PON XX di Papua akan diselenggarakan setelah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) usai digelar.
"Perlu saya sampaikan PON akan dilaksanakan pada 20 Oktober hingga 2 November setelah pelaksanaan pilkada 23 september," ucapnya.
Baca juga: Rockets Berniat Lepas Capela
Diketahui, nantinya dalam PON XX di Papua jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan tidak akan lebih banyak daripada PON 2016 Jawa Barat yang mempertandingkan 44 cabang.
Melihat kesiapan Papua, sebanyak 10 cabor rencananya dihapus. Dengan begitu, hanya 37 cabor yang bakal dilombakan. Namun, pemerintah memunculkan wacana revisi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 17 tahun 2007 tentang pelaksanaan PON ke-XX, dari semula diselenggarakan di satu provinsi, menjadi dua provinsi. Revisi PP ini menunggu persetujuan Presiden Joko Widodo. (OL-6)
11 bandara perintis di tiga provinsi Papua kini telah diamankan sepenuhnya oleh pasukan TNI setelah Februari lalu ditutup akibat gangguan keamanan oleh kelompok kriminal bersenjata atau KKB
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya analisis dan evaluasi terhadap kebijakan yang sudah tidak relevan dengan kondisi terkini.
Papua Connection menyerukan penghentian kekerasan bersenjata di Tanah Papua, khususnya yang menyasar warga sipil, guru, dan tenaga kesehatan.
Insiden penyerangan terjadi di Pos Pengamanan PT Kristal Kilometer 38, Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire.
KAPOLRES Nabire AKBP Samuel Tatiratu, mengatakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya menyerang pos milik PT Kristalin yang berlokasi di Makimi, Kabupaten Nabire.
Agenda utama pertemuan adalah pembahasan pengembangan, hilirisasi, serta potensi ekspor komoditas kakao Papua ke pasar global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved