Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
Mimpi untuk bisa mendapatkan awal tahun yang baik terpaksa dikubur dalam-dalam oleh pasangan ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Saat menjalani turnamen perdana tahun ini di Malaysia Masters 2020, Marcus/Kevin malah tersingkir di perempat final yang berlangsung kemarin.
Pahitnya lagi, mereka ditumbangkan kompatriot mereka, yakni Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Walau bisa menyamakan kedudukan setelah sempat kalah di gim pertama, Marcus/Kevin yang berstatus unggulan utama di Malaysia harus mengakui keunggulan Fajar/Rian di laga yang berakhir dengan skor 19-21, 21-17, dan 21-23 itu.
Kekalahan tersebut juga membuat pasangan berjuluk Minions itu tidak bisa mewujudkan cita-cita untuk mempertahankan gelar juara yang didapat tahun lalu. Sejauh ini, Marcus/Kevin sudah dua kali juara di negeri jiran. Pertama kali pada 2016.
Adapun bagi Fajar/Rian, hasil yang didapat kemarin membuat peluang mereka untuk meraih gelar juara kembali menjadi besar. Seandainya mampu merebut medali emas, itu akan menjadi gelar juara kedua bagi Fajar/Rian di Malaysia Masters setelah 2018.
Selain Fajar/Rian yang diharapkan bisa memasuki babak terakhir, Indonesia masih memiliki satu wakil tersisa di ganda putra, yaitu Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Unggulan kedua di Malaysia itu juga memasuki semifinal setelah menang 20-22, 21-18, dan 21-19 dari pasangan asal Taiwan Lee Yang/Wang Chi-Lin. “Kami siap untuk besok (hari ini), istirahat, yang penting bisa mengeluarkan kemampuan,” tutur Ahsan soal laga semifinal.
Indonesia juga masih bisa berharap adanya gelar juara dari nomor ganda putri dan campuran. Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang turun di nomor ganda putri, mengalahkan pasangan asal Korea Selatan Chang Ye-na/Kim Hye-rin dengan skor 21-19 dan 21-19.
Kemudian di nomor ganda campuran, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja berhasil mengamankan tempat di semifinal setelah mereka mengalahkan wakil Taiwan Lee Yang/Yang Ching Tun dengan skor 21-19 dan 22-20.
Terhenti
Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil Indonesia di nomor tunggal yang mampu bertahan hingga perempat final. Sayangnya, langkahnya terhenti karena kemarin tidak bisa mengusir pemain Hong Kong Ng Ka Long Angus dari Malaysia. Jonatan yang jadi unggulan keenam, takluk 21-15, 12-21, dari 18-21 lawannya itu.
Jonatan mengaku kecewa dengan hasil yang didapat di turnamen level Super 500 itu. Apalagi, dirinya merasa punya kans yang cukup besar untuk masuk ke babak empat besar.
“Sebetulnya ada kans masuk semifinal. Tadi itu bisa dibilang saya kurang fokus untuk menentukan stroke di poin-poin penting,” tutur Jonatan mengevaluasi penampilannya.
“Di akhir gim ketiga, saya enggak bisa cepat ambil keputusan untuk main apa. Saya sudah tahu harus unggul di bola depan, tapi beberapa kali maunya dorong bola terus, padahal kalau penempatan bola biasa, kemungkinan lawan out,” jelas Jonatan. (BadmintonIndonesia/R-3)
Turnamen bulu tangkis tertua di dunia, All England 2026, akan menjadi panggung pembuktian bagi pebulu tangkis tunggal putra muda Indonesia, Alwi Farhan.
Di laga Jerman Terbuka, Tiwi/Fadia menundukkan wakil Denmark, Kathrine Vang/Mette Werge, dengan skor meyakinkan 21-8 dan 21-14.
Turnamen ini diikuti 518 atlet dari 28 klub, yang terdiri atas 25 klub mitra.
Indonesia Terbuka level Super 1000 kini berdurasi 11 hari. PBSI sebut ini investasi strategis untuk prestise turnamen, peluang atlet, dan pengalaman sportainment bagi penonton.
BWF mengumumkan transformasi besar World Tour 2027-2030. Denmark Open naik ke level Super 1000, total 36 turnamen setahun, format baru, dan hadiah hingga USD 26,9 juta.
PP PBSI menjadikan capaian di Kejuaraan Beregu Asia (BATC) 2026 sebagai bahan evaluasi krusial untuk mematangkan skuad menuju Piala Thomas dan Uber 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved