Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KONTINGEN Indonesia kembali menorehkan prestasi dengan meraih medali emas pada nomor dellian beregu putra Kejuaraan Dunia Wushu 2019 di Minhang Stadium, Shanghai, Tiongkok, Rabu (23/10).
Tim yang diperkuat oleh Edgar Xavier Marvelo, Seraf Naro Siregar, dan Haris Horatius itu meraih hasil tertinggi dengan mengantongi 9,490 poin.
Adapun medali perak direbut oleh tim Korea dengan 9,483 poin, sedangkan perunggu diraih oleh tim Thailand dengan 9,470 poin.
"PB WI mengapresiasi perjuangan atlet-atlet wushu yang sudah memberikan penampilan terbaiknya. Hasil tiga medali emas dan satu perunggu itu sudah cukup bagus sebab lawan-lawan yang dihadapi cukup berat," kata Sekjen PB WI, Ngatino, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.
Dengan kemenangan ini, Tim Wushu Indonesia telah mengumpulkan tiga medali emas yang disumbangkan oleh Edgar pada nomor taulo dan sanda, dan changquan putra. Ditambah dengan satu perunggu yang diperoleh oleh Harris Horatius pada nomor Nan Gun.
Baca juga: Hujan Emas dan Rekor dari Lifter Junior Indonesia di Korea Utara
"Kesuksesan ini merupakan hasil kerja keras dalam latihan dan disiplin selama menjalani pelatnas dan juga trainning camp di China," ujar Manajer Tim Wushu Indonesia, Iwan Kwok.
Hasil perolehan tiga medali emas dan perunggu itu, kata Iwan Kwok, merupakan modal bagi Edgar Xavier Marvelo dan kawan-kawan untuk tampil pada SEA Games Filipina, November mendatang.
"Seluruh atlet Asia Tenggara yang akan mengikuti SEA Games XXX ikut berpartisipasi dalam kejuaraan dunia di Shanghai China. Mereka
menjadikannya sebagai ajang try out. Edgar dan seluruh atlet pelatnas telah membuktikan bahwa mereka patut diperhitungkan dengan torehan prestasi mereka. Semoga hasil ini bisaterulang di Filipina nanti," tuturnya.
PB WI menargetkan Kontingen Indonesia bisa membawa tiga medali emas pada pesta olahraga dua tahunan negara Asia Tenggara tersebut. (Ant/OL-1)
Dengan memilih jenis olahraga yang tepat dan dilakukan secara teratur, gejala asma justru dapat lebih terkontrol dan kualitas hidup meningkat.
Aktivitas fisik yang rutin terbukti dapat menjaga kebugaran, membantu mengontrol kadar gula darah, serta meningkatkan metabolisme.
Karbohidrat tetap menjadi elemen krusial bagi tubuh sebagai sumber energi utama, terutama saat berolahraga di tengah kondisi berpuasa.
Penambahan fitur di Strava ini merupakan bentuk respons langsung terhadap tingginya minat serta permintaan dari komunitas pengguna terhadap kelima aktivitas fisik tersebut.
Minat masyarakat Bandung terhadap olahraga raket terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Kelompok yang perlu waspada saat berolahraga saat puasa ramadan mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta penderita penyakit penyerta atau komorbid.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved