Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGURUS Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB Podsi) terpaksa menurunkan target perolehan medali emanya di SEA Games 2019 lantaran belum seluruhnya dana pemusatan latihan nasional (pelatnas) mereka terima hingga sebulan jelang pelaksanaan SEA Games 2019 Filipina.
Kepala Bidang Organisasi PB Podsi Hifni Hasan mengungkapkan, pihaknya memproyeksikan pendayung Indonesia bisa merebut 5-6 medali emas di Filipina. Sebelumnya, PB Podsi menyebut target perolehan medali emas mencapai 9 medali.
"Kami terpaksa menurunkan target menjadi 5 sampai 6 emas saja dari target awal 9. Karena hingga kini dan Pelatnas (Pemusatan Latihan Nasional) belum cair semua, baru 70 persen saja. Padahal SEA Games tinggal sebulan lagi," ungkap HifniI melalui pesan singkat, Kamis (17/10).
Hifni kemudian meminta tanggung jawab Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk bisa mengatasi permasalahan dana pelatnas yang seret tersebut. Diketahui, sejumlah pemangku kepentingan di Kemenpora, terutama di Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi OIlahraga yang sedang berada di Dubai mendampingi kontingen Indonesia di World Beach Games.
"Dalam suasana seperti ini, Plt Deputi 4 dan PPK olahraga berprestasi malah jalan- jalan ke Dubai. Padahal banyak pekerjaan yang belum di selesaikan oleh mereka berdua," lanjut mantan Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) ini.
Baca juga : Jelang SEA Games, Panahan Fokus ke Simulasi Pertandingan
Dalam dua edisi SEA Games sebelumnya pada 2013 dan 2015, atlet dayung Indonesia berhasil meraih juara umum. Pada edisi 2013 di Myanmar, Indonesia meraih lima emas, satu perak, dan tiga perunggu.
Dua tahun kemudian, di Singapura, Dayung memborong delapan emas, enam perak, dan empat perunggu. Kesuksesan pun sebenarnya berlanjut ke Asian Games 2018, karena meski tidak menjadi juara umum, Dayung berhasil meraih satu emas, tiga perak, dan tiga perunggu.
Dalam SEA Games 2019 mendatang, PB Podsi akan mengikuti 19 nomor pertandingan dari nomor dayung dan kano.
"Setelah Asian Games 2018, Pelatnas Dayung tetap berjalan. Tapi seadanya dana pelatnas tidak cair-cair. Akibatnya, agenda try out dan training camp ke luar negeri batal. Waktu cair pun anggarannya tidak banyak, kurang dari sepertiga tahun 2018 lalu,” pungkasnya.
Sebelum berangkat ke Filipina pun, mereka masih bersiap mengikuti Asian Rowing Championship pada 18-28 Oktober mendatang di Korea Selatan.
“Kami tetap membuat peak performance itu pada hari pertandingan SEA Games, sekitar 5 Desember. Kami selalu siap. Prinsipnya latihan terus menerus jangan sampai terhenti,” tutup Hifni. (OL-7)
Rangkaian latihan intensif timnas skateboard ini dijadwalkan berlangsung cukup panjang, yakni mulai 1 Februari hingga keberangkatan menuju Jepang pada 19 September 2026 mendatang.
Selama ini, dinamika keluar masuk atlet Pelatnas di akhir tahun berfungsi sebagai instrumen evaluasi.
Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) resmi mengumumkan hasil evaluasi rutin pelatnas yang berujung pada penyesuaian atlet
TUNGGAL putra Indonesia Alwi Farhan meraih gelar juara Makau Terbuka 2025 usai menundukkan wakil Malaysia, Justin Hoh.
Eng Hian mengatakan bahwa Marleve memilih mundur karena alasan pribadi. Posisinya akan digantikan Harry Hartono.
Atlet-atlet Rusia memiliki kapasitas dan kualitas yang lumayan bagus.
CABANG triathlon dan dayung menambah pundi-pundi emas Indonesia pada SEA Games Thailand 2025.
Kemenpora sangat mengapresiasi dengan adanya Festival Pacu Jalur 2025 di Tepian Narosa, Sungai Batang Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.
Pacu Jalur di Kuantan Singingi, Riau, bukan sekadar perlombaan dayung tradisional, melainkan festival budaya yang sarat makna sejarah, persatuan, dan ketangguhan.
Kemenpora RI akan terus mendukung PB PODSI dalam meningkatkan kualitas atlet, pelatih serta infrastruktur olahraga dayung.
Atlet dayung Tanah Air terima beasiswa dari Jasa Tirta II
ATLET dayung Indonesia, La Memo finis di urutan ketiga pada Final E dan menempatkan dirinya pada posisi 27 klasemen di Olimpiade Paris 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved