Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH melalui Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di Basel, Swiss, atlet bulu tangkis Indonesia kini fokus menatap SEA Games 2019 yang akan berlangsung pada November mendatang di Filipina.
Sekretaris Jenderal Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Achmad Budiharto mengatakan pihaknya telah menyiapkan daftar nama pebulu tangkis yang akan turun di ajang dua tahunan sekali itu.
“Nama atlet sudah masuk. Bakal ada campuran senior dan junior,” tutur Budi kepada Media Indonesia, kemarin.
Sayangnya, Budi belum bisa mengungkapkan siapa saja yang bakal diterbangkan ke Filipina. Budi hanya memastikan bahwa pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo tak akan ikut serta memperebutkan medali di SEA Games. PBSI ingin memberi kesempatan kepada para junior.
“Kami akan gabungkan pebulu tangkis junior dan senior seperti Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Wahyu Nayaka/Ade Yusuf dengan pemain muda seperti Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin,” ujar Budi.
Diharapkan, dengan pemberian kesempatan kepada para junior, proses regenerasi berjalan baik. “Kami akan coba lakukan itu dengan segala konsekuensinya,” ujarnya.
Namun, meski dengan pemain junior, tantangannya ialah merebut gelar juara. “Jadi, akan diatur agar tercipta suatu keseimbangan antara tim senior dan junior,” ujar Budi.
Ide untuk melibatkan junior sebelumnya merupakan keinginan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Mereka ingin agar SEA Games dijadikan ajang untuk memberikan jam terbang bagi para atlet muda, selain mencetak prestasi di ajang dua tahunan tersebut.
Di sisi lain, sampai saat ini belum ada seorang pun yang ditunjuk untuk menjadi komandan kontingen Indonesia (CdM) yang akan memimpin perjuangan para atlet di Filipina. Menurut Menpora Imam Nahrawi, penunjukkan CdM ialah wewenang Komite Olahraga Indonesia (KOI). Adapun KOI belum lama ini menyatakan belum bisa mengungkapkannya.
Sekretaris Jenderal Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia Robby Suarly mengatakan hal senada dengan Budi.
“Mengemban tugas sebagai CdM bukan hal mudah. Semua bukan hanya persoalan kemauan dan meluangkan waktu, tetapi juga kesediaan untuk memberikan informasi kepada induk cabang olahraga,” kata dia. (*/Des/R-3)
Turnamen bulu tangkis tertua di dunia, All England 2026, akan menjadi panggung pembuktian bagi pebulu tangkis tunggal putra muda Indonesia, Alwi Farhan.
Di laga Jerman Terbuka, Tiwi/Fadia menundukkan wakil Denmark, Kathrine Vang/Mette Werge, dengan skor meyakinkan 21-8 dan 21-14.
Turnamen ini diikuti 518 atlet dari 28 klub, yang terdiri atas 25 klub mitra.
Indonesia Terbuka level Super 1000 kini berdurasi 11 hari. PBSI sebut ini investasi strategis untuk prestise turnamen, peluang atlet, dan pengalaman sportainment bagi penonton.
BWF mengumumkan transformasi besar World Tour 2027-2030. Denmark Open naik ke level Super 1000, total 36 turnamen setahun, format baru, dan hadiah hingga USD 26,9 juta.
PP PBSI menjadikan capaian di Kejuaraan Beregu Asia (BATC) 2026 sebagai bahan evaluasi krusial untuk mematangkan skuad menuju Piala Thomas dan Uber 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved