Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Raja Sapta Oktohari Kembali Pimpin PB ISSI

Despian Nurhidayat
26/7/2019 22:45
Raja Sapta Oktohari Kembali Pimpin PB ISSI
Ketua Umum PB ISSI, Raja Sapta Oktohari(MI/vicky micom)

PENGURUS Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) telah secara resmi menyelenggarakan Musyawarah Nasional XVII 2019 yang diadakan di Hotel Mason Pine Kotabaru Parahyangan, Bandung, Jawa Barat, 26-28 Juli 2019, dengan mengusung tema 'Sinergitas Semua Unsur untuk Prestasi Atlet Balap Sepeda Dunia'.

Dalam acara ini, Deny Satria selaku Ketua Pelaksana Munas, mengatakan bahwa sebanyak 30 pengurus provinsi ISSI turut hadir dalam Munas XVIII ini. Sementara itu, sebanyak 4 pengprov yakni Lampung, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku belum bisa hadir disebabkan belum adanya rekomendasi dari PB ISSI.

"Kami telah mengukir prestasi sejak MUNAS pertama dilaksanakan saat pak Okto memimpin dan kami mengharapkan mudah-mudahan ke depan kita bisa melanjutkan dengan sesuai tema kita sinergitas semua unsur untuk prestasi atlet balap sepeda dunia. Pak Okto bercita-cita agar lagu kebangsaan bisa dikumandangkan di Olimpiade Tokyo 2020. Saya mengharapkan apa yang menjadi cita-cita kita semua bisa diwujudkan," ungkap Deny saat membuka acara Munas XVIII, Jumat (26/7).

Selain itu, Ketua Umum PB ISSI, Raja Sapta Oktohari, pun memberikan sambutan di hari terakhir masa jabatannya ini. Pria yang biasa disapa Okto ini mengatan bahwa Munas kali ini cukup spesial baginya.

"Acara ini cukup spesial, karena untuk pertama kali kita bikin MUNAS di Bandung. Saya datang ke Bandung, didampingi oleh teman-teman komunitas, naik sepeda," ungkapnya.

Selain itu, Okto juga menyampaikan bahwa PB ISSI merupakan cabang olahraga yang mementingkan kekeluargaan. PB ISSI tidak begitu formal jika dibandingkan dengan cabor-cabor lainnya. Namun, di balik itu semua, PB ISSI telah banyak mengukir prestasi seperti menyumbangkan dua medali emas di ajang SEA Games 2017, dua medali emas di ajang Asian Games 2018, satu medali emas di ajang Asian Paragames.

Okto pun percaya bahwa metode kekeluargaan membuat PB ISSI kuat hingga saat ini.

"Saya percaya metode ini membuat kami kuat. Masa kepengurusan ini sudah selesai di hari ini, dan banyak perjalanan yang telah kita lalui. Kami sangat berterima kasih untuk dukungan seluruh kalangan pengurus PB ISSI. Kami berkomitmen untuk mengirimkan atlet PB ISSI di Olimpiade 2020. Tapi pekerjaan kami belum selesai, karena tidak akan berhenti di Olimpiade 2020 saja," lanjutnya.

Selain itu, Okto pun diketahui akan mengaklamasi kemenangannya sebagai calon tunggal Ketua Umum PB ISSI untuk kembali menjabat di periode 2019-2023. Melanjutkan kinerjanya sebagai Ketua Umum PB ISSI, Okto menyampaikan bahwa jangka waktu 4 tahun bukanlah waktu yang cukup untuk membangun PB ISSI.

"Alhamdulillah saya masih dipercaya oleh teman-teman pengprov dan melanjutkan kepenguruaan PB ISSI. Jadi pengurusan PB ISSI menarik, kami sempat mengalami dinamika. Satu tahun sebelumnya kita banyak masalah dan kita memutuskan punya 6 program. Ini kita godok terus dan maksimalkan karena nggak ada yang instan.  Empat tahun belum cukup, semua sudah dilakukan tapi belum sempurna," pungkas Okto.

Sebagai informasi, ada enam program yang ia rencanakan dan akan dilanjutkan untuk empat tahun kedepan. Yakni program untuk atlet, komisioner (wasit), kejuaraan, pelatih, venue, dan organisasi. Namun begitu dari keenam program ini, Okto melihat program atlet yang akan menjadi fokusnya.

"Mendatang kami ingin menyempurnakan di SEA Games dan Olimpiade. Utama kualifikasi Olimpiade. Kami tidak banyak mengubah program kerja dan melanjutkan program kerja kami," lanjut Okto.


Baca juga: Minions Ikuti Jejak The Daddies ke Semifinal Jepang Terbuka 2019


Terakhir Okto menyampaikan bahwa bagi dirinya, jabatan Ketua Umum bukanlah sebagi pejabat tetapi pekerja. Dia mengatakan bahwa pengurus PB ISSI semuanya bekerja dan tidak ada yang hanya santai duduk sebagai pejabat. Meskipun begitu, dia mengatakan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan.

"Kita banyak PR (pekerjaan rumah) yang belum dikerjakan. Mulai dari atlet, pelatih, jumlah, event dan masih banyak lainnya. Pastinya ada perubahan di pengurus baru nantinya. Kami membuka diri bagi siapa pun yang ingin berkontribusi bagi perkembangan sepeda Indonesia, semoga semakin meningkat," tutupnya.

Sementara itu, Bendahara Umum PB ISSI, Ronny Fauzan, pun mengaku sangat bangga dengan Okto. Prestasi merupakan hal yang dia garisbawahi untuk tetap mempercayakan kepemimpinan PB ISSI di bawah naungan Okto.

"Kepengurusan Pak Okto ini luar biasa dan kita telah banyak mendapatkan prestasi, prestasi dan prestasi. Untuk kepengurusan ke depannya tujuannya Olimpiade 2020 dan juga mencetak atlet-atlet yang bisa berlaga di kejurnas dan perlombaan internasional," tutur Ronny.

Ketua Pengprov PB ISSI DKI Jakarta, Dito Ariotedjo, pun menambahkan capaian yang diraih oleh Okto sangat memuaskan. Ia pun berharap ke depannya PB ISSI terus berkembangan agar bisa meraih prestasi di Olimpiade.

"Pastinya capaian menjadi capaian terbaik dan kemungkinan akan terus berlanjut. Saya berharap di kepengurusan nanti ia bisa semakin banyak menjaring investor-investor swasta agar masalah kekurangan dana yang sempat menimpa PB ISSI bisa mudah di atas," ungkap Dito

Dalam acara ini, mewakili Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Sekretaris Jenderal KONI, Nanang Djuana Priadi, membuka acara Munas XVIII secara resmi. Usai acara pembukaan, acara MUNAS dilanjutkan dengan rapat pleno. Selanjutnya, acara berlangsung ke penyampaian visi misi Okto selaku Ketua Umum PB ISSI periode selanjutnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya