Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSYAWARAH Olahraga Nasional (Musornas) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) XIII menetapkan Letnan Jenderal TNI (Purn) Marciano Normansebagai Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) periode 2019-2023 setelah terpilih secara aklamasi.
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara ini maju dalam bursa setelah dinyatakan lolos dari persyaratan yang ada dalam Keputusan Rapat Anggota KONI Tahun 2019 dan sesuai dengan Pasal 32 ayat 5 huruf (g) Anggaran Dasar KONI serta Keputusan Ketua umum KONI Pusat Nomor 4B dan menjadi calon tunggal.
Marciano sudah memiliki banyak pengalaman di dunia olahraga, ia pernah diberikan kepercayaan untuk menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI) selama dua periode serta Ketua Inkai Kalimantan Barat dan Pembina Persatuan Olahraga Berkuda Indonesia (Pordasi).
Mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) itu mengajukan diri sebagai Ketua Umum KONI karena ia menganggap bahwa olahraga merupakan salah satu cara untuk menjaga kehormatan bangsa. Menurutnya, melalui olahraga masyarakat Indonesia bisa bersatu tanpa memandang adanya perbedaan ras, suku, serta agama.
“Bicara olahraga berarti berbicara merah putih,” kata Marcianousai ditetapkan sebagai Ketua Umum KONI di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa.
Baca juga: Calon Tunggal Ketua KONI Tidak Perlu Diperdebatkan
Seusai ditetapkan, ia mengutarakan keinginannya agar bertemu dengan para atlet Indonesia untuk mendengarkan kritik, saran, serta pendapat mereka sebagai bentuk kontribusi memajukan KONI menjadi lebih baik.
“Jangan jadikan atlet takut menyampaikan pendapat karena jika kritik mereka bagus maka bisa membantu kita untuk membangun olahraga untuk kedepannya,” ujarnya.
Marciano juga mengatakan niatannya untuk membuat olahraga sebagai salah satu media pembangunan karakter para generasi muda dengan menjadikan para atlet berprestasi sebagai inspirasi.
“Menempatkan Indonesia bisa sejajar dengan dunia agar kita melihat atlet-atlet kita berdiri di tempat paling tinggi. Kita jadikan atlet tersebut sebagai inspirasi anak-anak Indonesia,” katanya.
“Kuncinya adalah kebersamaan kita, marilah kita bersatu memajukan olahraga Indonesia menuju dunia,” tambahnya.(OL-4)
KONI Sulut mendorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah segera mengirimkan surat resmi sebagai tanda keseriusan membangun kerja sama.
KONI Pusat memberikan apresiasi terhadap Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) yang diketuai Peter Layardi Lay.
Sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan KONI bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di sektor olahraga.
Peter secara terbuka menyoroti masalah mendasar yang menjadi pekerjaan rumah yaitu munculnya polarisasi di tenis meja setelah adanya Indonesia Pingpong League (IPL).
Tata kelola organisasi yang profesional dan pemenuhan standar global menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar jika ingin melangkah lebih jauh di level internasional.
Martina Ayu Pratiwi dan Muhammad Zidane sama sama mengoleksi dua emas pada hari pertama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved