Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu kelemahan para pebulu tangkis muda pelatnas ialah daya tahan mereka. Alhasil mereka kerap kehilangan fokus di saat-saat kritis.
Hal itu diungkapkan manajer tim Indonesia Susy Susanti dalam evaluasinya dari hasil kejuaraan Badminton Asia Mixed Team Championships 2019. Capaian sebagai semifinalis merupakan hasil maksimal yang mampu dibawa pulang skuat 'Merah Putih' dari Queen Elizabeth Stadium, Hong Kong.
"Saya melihat ada beberapa hal yang masih harus ditambah dan dilatih lagi. Dari daya tahan, pola main, fokus itu yang paling penting," kata Susy di Jakarta, kemarin.
Menurut Susy yang juga Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, banyak sekali kejadian ketika pemain sudah leading tapi malah lengah karena hi-lang fokus dan konsentrasi. Kemudian soal adaptasi lapangan juga harus dipercepat.
"Banyak hal nonteknis yang perlu dimatangkan lagi dan disiapkan lagi untuk ke pertandingan berikutnya," ujarnya.
Di semifinal Indonesia kalah dari Jepang setelah kehilangan tiga poin secara berurutan. Baik Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra, Ruselli Hartawan, maupun Shesar Hiren Rhustavito gagal mengatasi lawan masing-masing.
"Contohnya kemarin pasangan ganda putra, beberapa kali servis nyangkut. Kan itu enggak boleh. Atau pemain yang sudah tahu kalau main cepet-cepetan bakal kalah, maka harus dipelankan. Nah kadang-kadang mereka pola-pola seperti itu mereka masih belum cepat tanggap. Banyak pembelajaran buat para atlet yang main di sini. Yang mungkin juga baru pertama kali main beregu," lanjut Susy.
Susy menegaskan hasil turnamen itu tidak akan menjadi gambaran penampilan tim Indonesia di Piala Sudirman 2019 mendatang karena pemain yang diturunkan di Hong Kong merupakan pemain pelapis yang didominasi atlet muda Indonesia. (Opn/R-2)
Keputusan mundur Musetti menjadi berkah besar bagi Djokovic yang sepanjang pertandingan tampil di bawah performa terbaiknya dan dipenuhi kesalahan sendiri.
Ajang kompetisi olahraga dan seni antar SMA bertajuk SkyBattle 2026 yang digelar oleh SMA Labschool Kebayoran, Jakarta, resmi berakhir.
Rybakina akan menghadapi Iga Swiatek atau pemain kualifikasi asal Australi, Maddison Inglis.
LEDAKAN teknologi digital telah menyusup ke setiap sudut kehidupan anak-anak Indonesia, membawa kemudahan sekaligus ancaman diam-diam: krisis gaya hidup pasif.
Momentum kebangkitan Putri di awal tahun ini bertepatan dengan apresiasi yang diterimanya dari instansi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Di saat poin kritis, mereka mampu meminimalisasi kesalahan sendiri dan tampil lebih taktis. Memanfaatkan celah di pertahanan lawan, Aldila/Olmos menutup set pertama dengan keunggulan 7-5.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved