Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEBULU tangkis tunggal putri nasional, Gregoria Mariska Tunjung, bersiap menampilkan permainan yang terbaik di ajang Kejuaraan Dunia 2018. Meskipun berstatus non unggulan, Gregoria siap memberikan kejutan bagi lawan-lawannya di Nanjing, Tiongkok pada 30 Juli - 5 Agustus mendatang.
Berdasarkan hasil undian, perjalanan Gregoria cukup menantang di babak-babak awal. Kendati lawannya di babak pertama juga pemain non unggulan dari Skotlandia, Kirsty Gilmour, namun di babak kedua, ia telah ditunggu unggulan lima dari Tiongkok, Chen Yufei, yang sebelumnya mendapat bye di babak pertama.
Berdasarkan rekor head to head, Gregoria terbukti mampu mengimbangi Yufei dengan sama-sama mengantongi satu kemenangan. Pada Indonesia Terbuka 2017, Gregoria berhasil mengalahkan Pebulutangkis usia 20 tahun tersebut dalam duel rubber gim yang berakhir dengan skor 21-17, 19-21, 19-21.
"Pastinya saya ingin memberikan kejutan, itu motivasi saya si, karena sebagai pemain yang nggak diunggulkan saya bisa bermain tanpa beban. Kalau kalah ya karena peringkat saya di bawah cuma kalau menang ya lebih bagus lagi," ujar Gregoria.
"Pastinya saya memiliki motivasi lebih untuk mengalahkan Yufei, apalagi dia adalah pemain papan atas sehingga saya bersemangat untuk mengalahkan dia. Karena di pertemuan terakhir, saya bisa menang dari dia, pasti ada strategi khusus yang dipersiapkan," imbuh Gregoria.
Sebelumnya, saat bertanding di level junior, Gregoria pernah merasakan atmosfer pertandingan di level kejuaraan dunia. Ia bahkan pernah menaklukkan atmosfer tersebut dengan memenangkan gelar di Kejuaraan Dunia Junior 2017 di Yogyakarta.
Namun, Gregoria yakin situasi di level senior akan lebih berat. Apalagi dengan persaingan melawan pemain-pemain level unggulan.
"Pasti beda sekali, dari kekuatan peta pemain saja, senior lebih merata, tetapi nggak menutup kemungkinan bagi semua pemain untuk bisa melakukan yang terbaik. Saya lebih ke persiapan mental dan fisik menjelang Kejuaraan Dunia, kalau saya ketinggalan poin itu kadang suka bingung sehingga kata pelatih harus lebih tenang, sementara kalau lagi leading, sebisa mungkin saya jangan buang-buang poin," tuturnya.
Di sisi lain, Pelatih tunggal putri, Minarti Timu, berharap ada peningkatan performa dari Fitriani dan juga Gregoria. Menurut Minarti, penampilan Fitriani yang masih menurun dalam beberapa laga terakhir harus terus dibenahi.
"Kita lagi mencoba membuat Fitriani lebih bangkit lagi dengan sesi pembenahan mental bersama psikolog yang hampir tiap hari, memang kepercayaan diri dia lagi turun dan kita lagi berusaha terus menaikkan. Makanya, kita lagi cari momen Fitri untuk bisa bangkit lagi," jelas Minarti.
"Kalau untuk Gregoria mudah-mudahan dia bisa memberi kejutan ya karena peaknya memang tengah naik, ya semoga dia bisa melangkah lebih jauh di sana. Dia hanya fisiknya yang kurang kuat, jadi daya tahan otot masih menjadi kelemahan, kalau bisa fisik lebih dikuatkan dan lebih maksa lah mainnya," pungkas pelatih berusia 50 tahun itu.(OL-6)
Tunggal putri bulu tangkis Indonesia Putri Kusuma Wardani naik dua peringkat ke posisi tujuh dunia setelah meraih medali perunggu Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2025.
Putri KW menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang menyumbang medali dengan meraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis.
Putri minimal sudah mengamankan medali perunggu.
Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari terhenti di babak 32 besar Kejuaraan Dunia 2025 setelah menyerah 14-21 dan 16-21 kepada pasangan Hong Kong Tang Chung Man/Tse Ying Suet.
Ganda campuran Indonesja Jafar/Felisha melaju ke 16 besar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis usai mengelahkan pasangan Serbia Tomic/Vitman 21-19 dan 22-20.
Putri akan menghadapi Tomoka Miyazaki di babak kedua.
Gregoria Mariska Tunjung, yang turun di partai ketiga sebagai tunggal putri kedua, harus mengakui keunggulan wakil Malaysia, Wong Ling Ching.
Gregoria Mariska Tunjung dan Sabar/Reza yang masuk dalam daftar tim bulu tangkis Indonesia di SEA Games 2025 memang menarik perhatian publik
Keputusan itu diambil hanya sehari setelah Gregoria menutup penampilannya di Kumamoto Masters sebagai runner-up usai kalah di final dari Ratchanok Intanon.
GREGORIA Mariska Tunjung harus puas finis sebagai runner-up setelah kalah dari wakil Thailand, Ratchanok Intanon, di final Kumamoto Masters 2025.
Upaya keras Gregoria belum cukup untuk bisa menumbangkan Ratchanok.
Di final, Gregoria yang menempati unggulan keempat akan menghadapi unggulan ketiga asal Thailand, Ratchanok Intanon.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved