Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

April, Sebagian Besar Wilayah di Jateng Masih Diguyur Hujan

Lilik Darmawan
04/4/2026 06:48
April, Sebagian Besar Wilayah di Jateng Masih Diguyur Hujan
Ilustrasi(Freepik.com)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Jawa Tengah masih akan diguyur hujan sepanjang April 2026.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, mengatakan sebagian besar wilayah masih mengalami hujan hingga akhir Maret 2026, dengan hari tanpa hujan yang sangat singkat, hanya sekitar satu hingga lima hari.

Ia menambahkan berdasarkan analisis curah hujan dasarian ketiga Maret 2026, sebagian besar wilayah Jawa Tengah berada pada kategori menengah hingga tinggi, yaitu berkisar 51 hingga 300 milimeter per dasarian.

Namun, menurutnya, terdapat sejumlah wilayah dengan curah hujan rendah. “Beberapa daerah seperti Wonogiri, Rembang, Pati, Purworejo, Kebumen, dan Klaten serta sebagian wilayah lainnya berada pada kategori rendah, yakni 0 sampai 50 milimeter per dasarian,”ujarnya.

Teguh juga menyampaikan adanya wilayah dengan curah hujan sangat tinggi. “Curah hujan di atas 300 milimeter per dasarian terjadi di sebagian wilayah Tegal, Pemalang, Banyumas, dan Purbalingga, serta sebagian kecil wilayah lainnya,”katanya.

Untuk awal April 2026, ia menjelaskan bahwa eluang curah hujan lebih dari 60 persen di seluruh Jawa Tengah berada pada kategori menengah. Tidak ada wilayah dengan peluang dominan pada kategori tinggi maupun rendah.

“Pada dasarian pertama April, seluruh wilayah diperkirakan berada pada kategori menengah dengan kisaran 51 hingga 150 milimeter per dasarian,”kata dia. 

Sementara itu, pada periode berikutnya, ia menyebut bahwa sebagian besar wilayah masih berada pada kategori menengah pada dasarian kedua April, meskipun beberapa daerah diperkirakan masuk kategori rendah.

Teguh menambahkan kemasuki dasarian ketiga April hingga awal Mei 2026, curah hujan diprediksi berada pada kategori rendah hingga menengah, sekitar 21 hingga 75 milimeter per dasarian.

Ia pun mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. “Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi selama masa peralihan musim, meskipun tren hujan mulai menurun,”ujarnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya