Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Dinkes Kota Tasikmalaya Temukan 30 Anak Positif Campak

Kristiadi
30/3/2026 16:09
Dinkes Kota Tasikmalaya Temukan 30 Anak Positif Campak
Ilustrasi(Freepik.com)

PEMERINTAH Kota Tasikmalaya melalui Dinas Kesehatan temukan 30 orang anak positif tertular penyakit campak berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jabar. Kasus penyakit tersebut, ditemukan sejak bulan Januari hingga Maret 2026 dan kini semua pasien kembali sembuh setelah mereka sempat mendapat perawatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya, Asep Hendra mengatakan, kasus campak di wilayahnya sejak bulan Januari hingga Maret menemukan 100 kasus suspek dan hasil pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jawa Barat tercatat 30 orang positif campak. Namun, kondisinya pasien semua tidak hanya di Kota Tasikmalaya tapi di wilayah Kabupaten Tasikmalaya juga mendapat perawatan di RSUD Dr Soekardjo dalam kasus tersebut tidak ada angka kematian.

"Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya telah menemukan 30 anak positif tertular penyakit campak dari hasil pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jabar. Karena, awalnya anak memeriksakan ke Puskesmas menemukan dugaan 100 kasus suspek hingga petugas kesehatan ambil sampel hingga dikirim laboratorium hasilnya ditemukan 30 orang positif," ujarnya, Senin (30/3/2026)

Menurutnya, kasus penyakit campak di Kota Tasikmalaya tidak menyebar karena untuk menghindari dari gejala sakit berat harus dilakukan supaya penyakit tersebut dapat di cegah dengan imunisasi (PD3I). Akan tetapi, dengan ditemukan 30 orang positif campak tidak ada angka kematian meski mereka sempat mendapat perawatan secara intensif.

"Kami dari Dinas Kesehatan terus gencar melakukan vaksin campak dengan sasaran lebih dari 6 ribu orang balita tahun 2026. Namun, bagi para ibu yang memiliki balita supaya memeriksakan anaknya agar penyakit campak yang terjadi dapat dicegah dengan imunisasi," katanya.

Menurut Asep, penyakit campak yang terjadi di berbagai daerah bagi Dinkes akan berupaya melakukan edukasi termasuk perbanyak capaian imunisasi kepada anak dan melakukan investigasi, penyelidikan epidemiologi, pengambilan sampel darah pada pasien campak untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium dan dikirimkan ke Labkesda Provinsi Jawa Barat.

"Kami berharap agar tenaga kesehatan, pelayanan kesehatan bisa memperketat gejala inpeksi yang muncul mulai batuk, demam, flu, mata merah yang keluar bintik merah dari tubuh supaya segera mendapat perawatan secara intensif. Namun, pasien yang bergejala supaya tidak menyatukan di rumah dengan anak sehat termasuk makan dan terpenting harus jaga jarak, tingkatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta cuci tangan," pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya