Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Cegah KLB Meluas, Pemkab Jember Gencarkan Imunisasi Campak di Bintoro

Media Indonesia
26/3/2026 20:28
Cegah KLB Meluas, Pemkab Jember Gencarkan Imunisasi Campak di Bintoro
Ilustrasi(Freepik.com)

PEMERINTAH Kabupaten Jember, melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Banjarsengon, mempercepat langkah preventif kesehatan bagi generasi muda dengan menggelar program Outbreak Response Immunization (ORI) Campak. Aksi jemput bola ini dipusatkan di sejumlah titik Posyandu Alamanda, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, pada Rabu (25/3) hingga Kamis (26/3/2026).

Langkah ini diambil guna memastikan seluruh balita dan anak-anak di wilayah tersebut mendapatkan kekebalan tambahan terhadap virus campak. Berdasarkan pantauan di lokasi, antusiasme warga tergolong tinggi dengan puluhan ibu yang mengantre sejak pagi hari untuk memberikan imunisasi bagi buah hati mereka.

Kasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kelurahan Bintoro, Assyifa, yang meninjau langsung pelaksanaan, mengapresiasi kesadaran kolektif masyarakat. "Kami sangat bersyukur melihat kesadaran orang tua di Kelurahan Bintoro yang begitu tinggi. Program Imunisasi Campak ini adalah investasi masa depan agar anak-anak kita tumbuh sehat dan terbebas dari risiko penularan penyakit berbahaya," ujar Assyifa, Kamis (26/3/2026).

Respons Cepat Status KLB

Kegiatan ORI Campak ini merupakan respons cepat terhadap munculnya sebaran kasus campak di beberapa kecamatan di Jember. Data per Maret 2026 menunjukkan terdapat 174 kasus terduga campak di Jember, dengan 49 kasus terkonfirmasi positif. Kondisi ini membuat Pemkab Jember bergerak masif untuk mengejar target herd immunity 95 persen.

Pelaksanaan imunisasi di Bintoro tersebar di beberapa titik strategis, meliputi:

  • Posyandu Alamanda 56
  • Posyandu Alamanda 57
  • Posyandu Alamanda 59
  • Posyandu Alamanda 63

Dua tenaga kesehatan yang bertugas, Faizatur Rosyidah dan Nur Hasanah, tampak sigap memberikan pelayanan sekaligus edukasi mengenai bahaya komplikasi campak seperti radang paru (pneumonia), radang otak, hingga kebutaan pada anak jika tidak dicegah melalui imunisasi.

Pihak Puskesmas Banjarsengon mengimbau kepada seluruh orang tua untuk tetap waspada, terutama menjelang mobilitas tinggi di masa libur Lebaran 2026. Jika ditemukan gejala pada anak berupa demam tinggi, muncul ruam merah, batuk, dan mata merah, warga diminta segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya