Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

H-1 Idul Fitri 2026, BBM Bersubsidi Kosong Pada Sejumlah SPBU di Pidie, Pemudik Jalur Nasional Banda Aceh-Medan Kecewa

Amiruddin Abdullah Reubee
20/3/2026 18:05
H-1 Idul Fitri 2026, BBM Bersubsidi Kosong Pada Sejumlah SPBU di Pidie, Pemudik Jalur Nasional Banda Aceh-Medan Kecewa
H-1 Idul Fitri 2026, BBM Bersubsidi Kosong Pada Sejumlah SPBU di Pidie, Pemudik Jalur Nasional Banda Aceh-Medan Kecewa.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

SEHARI menjelang hari raya Idul fitri 1447 H/2026 M, pada Jumat (20/3), ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite, langka di jalur Nasional Banda Aceh-Medan. Krisis energi bahan bakar sepeda motor dan mobil itu tepatnya di lintasan wilayah Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. 

Dari pengamatan Media Indonesia, Jumat dini hari menjelang waktu sahur sekitar pukul 03.00 Wib hingga menjelang siang, para pemudik yang masuk SPBU ingin mengisi bahan bakar pertalite, terpaksa keluar tangan kosong. Petugas pompa pengisian hanya melambaikan tangan isyarat bahwa minyak subsidi itu habis. 

"Begitu masuk SPBU, tidak ada petugas pengisian di pompa pertalite. Lalu petugas di pompa lainnya mengisarstkan pertalite kosong," tutur Muslim, pemudik pengendara sepeda motor. 

Beberapa jasa penyediaan BBM bawah kontrol pertamina yang kosong pertalite di jalur nasional lintas Kabupaten Pidie itu di antaranya adalah SPBU Pulo Pisang dan SPBU Bambi. Kedua lokasi itu berada di pinggiran Kota Sigli Ibu Kota Kabupaten Pidie, Aceh. 

Kondisi yang tidak bersahabat terhadap pelayanan publik itu telah mengundang kekecewaan atau keresahan masyarakat dan para pemudik. Pasalnya pergerakan arus lalulintas pada hari kedua mameugang (hari tradisi makan sayur atau lauk daging) cukup tinggi. Apalagi itu jalur utama dan sibuk karena menghubungkan Banda Aceh ke berbagai kabupaten/kota wilayah utara, timur hingga provinsi lain. 

Bahkan kesibukan di H-1 Lebaran Idulfitri itu merupakan paling sakral bagi masyarakat Aceh dan ribuan pemudik jalur setempat. Mereka ingin berbelanja kebutuhan daging mameugang, membeli baju lebaran dan berbagai keperluan menjelang hari raya. 

Lalu bagi para pemudik tradisi Woe U Gampoeng (pulang kampung) itu hanya memiliki kesempatan waktu terbatas untuk menggapai tanah kelahirannya. Apalagi para perantau yang ingin bersedekah dan membawa pulang daging mameugang untuk sanak saudara di kampung halaman mereka. 

Rektor Universitas Batam (UNIBA) yang juga toko masyarakat Aceh, Profesor Samsul Rizal melalui Media Indonesia, sebelumnya sempat menyampaikan, pertamina perlu memperlancar pasokan BBM untuk Aceh. Paling penting adalah jenis bahan bakar bersubsidi guna memenuhi kebutuhan masyarakat kelas bawah. 

Itu dikatakan Prof Samsul sekitar dua pekan lalu atau persis ketika warga panic buyying dua pekan lalu, akibat isu stok BBM Nasional terbatas terkait pengaruh konflik AS-Israel vs Iran. 

"Harus lancar dan terkontrol, jangan sampai ada penyelewengan atau penimbunan oleh pihak tertentu. Bila perlu tambah kuota pasokan untuk  SPBU," tutur mantan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh dua periode itu. 

Menurut Prof Samsul, masyarakat Aceh yang November akhir tahun 2025 sempat lama krisis BBM akibat bencana banjir besar Sumatra, sehingga aktivitas di wilayah itu lumpuh. Akibat pengalaman buruk itu msyarakat di Serambi Mekkah, terutama wilayah banjir besar kini mudah terulang trauma masa lalu. 

"Ini sangat bahaya dan bisa mempengaruhi gejolak ekonomi dan krisis kepercayaan" tambah guru besar yang pernah menjadi dosen teladan USK Aceh. (H-1) 

 

 

Images



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik