Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEHARI menjelang hari raya Idul fitri 1447 H/2026 M, pada Jumat (20/3), ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite, langka di jalur Nasional Banda Aceh-Medan. Krisis energi bahan bakar sepeda motor dan mobil itu tepatnya di lintasan wilayah Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.
Dari pengamatan Media Indonesia, Jumat dini hari menjelang waktu sahur sekitar pukul 03.00 Wib hingga menjelang siang, para pemudik yang masuk SPBU ingin mengisi bahan bakar pertalite, terpaksa keluar tangan kosong. Petugas pompa pengisian hanya melambaikan tangan isyarat bahwa minyak subsidi itu habis.
"Begitu masuk SPBU, tidak ada petugas pengisian di pompa pertalite. Lalu petugas di pompa lainnya mengisarstkan pertalite kosong," tutur Muslim, pemudik pengendara sepeda motor.
Beberapa jasa penyediaan BBM bawah kontrol pertamina yang kosong pertalite di jalur nasional lintas Kabupaten Pidie itu di antaranya adalah SPBU Pulo Pisang dan SPBU Bambi. Kedua lokasi itu berada di pinggiran Kota Sigli Ibu Kota Kabupaten Pidie, Aceh.
Kondisi yang tidak bersahabat terhadap pelayanan publik itu telah mengundang kekecewaan atau keresahan masyarakat dan para pemudik. Pasalnya pergerakan arus lalulintas pada hari kedua mameugang (hari tradisi makan sayur atau lauk daging) cukup tinggi. Apalagi itu jalur utama dan sibuk karena menghubungkan Banda Aceh ke berbagai kabupaten/kota wilayah utara, timur hingga provinsi lain.
Bahkan kesibukan di H-1 Lebaran Idulfitri itu merupakan paling sakral bagi masyarakat Aceh dan ribuan pemudik jalur setempat. Mereka ingin berbelanja kebutuhan daging mameugang, membeli baju lebaran dan berbagai keperluan menjelang hari raya.
Lalu bagi para pemudik tradisi Woe U Gampoeng (pulang kampung) itu hanya memiliki kesempatan waktu terbatas untuk menggapai tanah kelahirannya. Apalagi para perantau yang ingin bersedekah dan membawa pulang daging mameugang untuk sanak saudara di kampung halaman mereka.
Rektor Universitas Batam (UNIBA) yang juga toko masyarakat Aceh, Profesor Samsul Rizal melalui Media Indonesia, sebelumnya sempat menyampaikan, pertamina perlu memperlancar pasokan BBM untuk Aceh. Paling penting adalah jenis bahan bakar bersubsidi guna memenuhi kebutuhan masyarakat kelas bawah.
Itu dikatakan Prof Samsul sekitar dua pekan lalu atau persis ketika warga panic buyying dua pekan lalu, akibat isu stok BBM Nasional terbatas terkait pengaruh konflik AS-Israel vs Iran.
"Harus lancar dan terkontrol, jangan sampai ada penyelewengan atau penimbunan oleh pihak tertentu. Bila perlu tambah kuota pasokan untuk SPBU," tutur mantan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh dua periode itu.
Menurut Prof Samsul, masyarakat Aceh yang November akhir tahun 2025 sempat lama krisis BBM akibat bencana banjir besar Sumatra, sehingga aktivitas di wilayah itu lumpuh. Akibat pengalaman buruk itu msyarakat di Serambi Mekkah, terutama wilayah banjir besar kini mudah terulang trauma masa lalu.
"Ini sangat bahaya dan bisa mempengaruhi gejolak ekonomi dan krisis kepercayaan" tambah guru besar yang pernah menjadi dosen teladan USK Aceh. (H-1)
Images
Diduga kuat terjadi praktik pengisian BBM menggunakan jeriken dalam skala besar yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu, yakni tengah malam dan subuh.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite tidak akan mengalami kenaikan
Pengurangan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dikhawatirkan berdampak pada sejumlah sektor.
Mendukung penanganan bencana pada masa tanggap darurat, BPH Migas memberikan keringanan pembelian solar dan pertalite di Aceh, dengan pembebasan barcode.
Anggota Komisi VI DPR Khilmi meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang belum tentu kebenarannya seperti kasus Pertalite yang dicampur air di Jawa Timur.
M Yusuf, seorang pendonor darah dari jemaah salat subuh Masjid Al-Falah Sigli, Kabupaten Pidie, mengaku tergerak hatinya.
Harga ayam potong di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, sejak tiga hari terakhir meningkat. Padahal permintaan pasar sepekan terakhir ini tergolong stabil.
Lalu harga daging kwalitas sedang (kwalitas standar) dari dua hari lalu berkisar Rp 170.000 hingga Rp 180.000, sekarang turun menjadi Rp 150.000 atau Rp 160.000/kg.
Dari pengamatan Media Indonesia, di jalur Banda Aceh-Medan sejak Jumat malam hingga Sabtu (29/3) menjelang siang, arus lalulintas cukup padat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved