Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

6 Juta Wisatawan Diprediksi Serbu Destinasi Jateng Selama Libur Lebaran 2026

Haryanto Mega
19/3/2026 05:37
6 Juta Wisatawan Diprediksi Serbu Destinasi Jateng Selama Libur Lebaran 2026
Wisata air panas di kawasan Guci, Tegal, Jawa Tengah, siap menyambut wisatawan di libur Lebaran 2026.(MI/Haryanto Mega)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah memprediksi lonjakan besar wisatawan selama libur Lebaran 2026. Sekitar 6 juta orang diperkirakan akan memadati berbagai destinasi wisata dan hiburan di wilayah Jawa Tengah. 

Lonjakan tersebut tidak terlepas dari tingginya arus mudik tahun ini. Diperkirakan sebanyak 17,3 juta orang kembali ke kampung halaman di Jawa Tengah, dan sebagian besar memanfaatkan momen libur Lebaran untuk berwisata bersama keluarga.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengatakan bahwa angka tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi sektor pariwisata daerah. 

“Sekitar 6 juta orang akan berwisata. Ini angka yang besar, sehingga kenyamanan dan keamanan harus benar-benar dipastikan,” ujar Hanung, Rabu (18/3).

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan berbagai persiapan guna mengantisipasi lonjakan tersebut. Koordinasi dilakukan dengan pemerintah kabupaten/kota, pengelola destinasi wisata, hingga instansi terkait. 

Fokus utama diarahkan pada kesiapan fasilitas, sistem pengamanan, serta pelayanan bagi wisatawan. Sejumlah destinasi diprediksi menjadi magnet utama selama libur Lebaran. 

Di kawasan Solo Raya, wisatawan diperkirakan memadati kawasan Tawangmangu, Masjid Sheikh Zayed, serta Waduk Gajah Mungkur. 

Selain itu, kawasan Dieng juga diprediksi ramai, terutama dengan adanya atraksi balon udara yang menjadi daya tarik khas saat Lebaran. 

Destinasi wisata religi di Demak dan Kudus turut diperkirakan dipadati peziarah. Sementara itu, kawasan wisata pantai di selatan Jawa Tengah seperti Kebumen, Purworejo, dan Wonogiri mendapat perhatian khusus. Kondisi cuaca yang berpotensi hujan dan angin kencang menjadi faktor yang diantisipasi demi keselamatan pengunjung.

“Kami sudah berkoordinasi dengan posko Lebaran dan instansi terkait, terutama untuk pengamanan di kawasan pantai,” jelas Hanung. 

Tak hanya destinasi unggulan, desa wisata juga diprediksi menjadi pilihan favorit wisata keluarga. Para pengelola diminta memastikan kebersihan, keamanan, serta kesiapan fasilitas pendukung.

Hanung juga mengimbau wisatawan untuk ikut menjaga ketertiban dan kebersihan selama berkunjung. 

“Objek wisata ini milik bersama. Mari dijaga agar semua wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik,” tambahnya. 

Di sisi lain, pengelola destinasi Guci Forest menyatakan kesiapan menghadapi lonjakan pengunjung. Manager Marketing Guci Forest, Umi Baini, mengungkapkan bahwa berbagai pembenahan fasilitas telah dilakukan. Beragam wahana disiapkan, mulai dari hotel, vila, glamping, area camping, pemandian air panas, hingga wisata jeep offroad. Perbaikan juga dilakukan pada area parkir, kolam pemandian, serta pemasangan papan peringatan di area rawan. 

“Kami juga menyiapkan informasi darurat dan nomor yang bisa dihubungi untuk memastikan keselamatan pengunjung,” ujar Umi. 

Selama libur Lebaran, Guci Forest diperkirakan akan dikunjungi sekitar 4.000 wisatawan per hari selama hampir sepekan. Dengan berbagai persiapan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis lonjakan wisatawan saat Lebaran 2026 dapat dikelola dengan baik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dari sektor pariwisata.(HT/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik