Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

H-4 Arus Kendaraan Mudik Lebaran di Jawa Tengah Meningkat Tapi Masih Lancar

Akhmad Safuan
17/3/2026 19:48
H-4 Arus Kendaraan Mudik Lebaran di Jawa Tengah Meningkat Tapi Masih Lancar
Ilustrasi(MI/Akhmad Safuan)

KENDARAAN arus mudik lebaran di sejumlah ruas jalur mudik di Jawa Tengah terus meningkat sejak pagi, namun hingga sore belum diterapkan satu arah (one way) karena masih cukup lancar dan belum terlihat adanya penumpukan antrean di sejumlah gerbang tol Selasa (17/3).

Pemantau Media Indonesia Selasa (17/3) sejak pagi jumlah kendaraan pemudik melibtas di sejumlah ruas jalur mudik di Jawa Tengah seperti Pantura, jalur tengah, Pansela, jalur alternatif dan Jalan Tol Trans Jawa terus meningkat dibanding sehari sebelumnya, sehingga kepadatan lalulintas terlihat di sejumlah titik.

Di jalur Pantura Brebes-Semarang kendaraan arus mudik masih diwarnai pemudik dengan menggunakan sepeda motor, mobil pribadi dan bus antar kota antar propinsi (AKAP), sedangkan truk berdumbu lebar juga masih terlihat melintas mengangkut sembako dan bahan cakar minyak (BBM) disela-sela keramaian lalulintas.

"Sengaja pulang mudik dengan motor, selain untuk menghemat pengeluaran katebablebih murah, juga motor dapat dipergunakan untuk kegiatan kunjungan saat mudik di kampung halaman," ujar Sukesno,45, pemudik dari Bekasi tujuan Salatiga.

Demikian juga terjadi di jalur tengah Senarang-Solo/Yogyakarta/Purwokerto, kepadatan lalulintas terlihat di sejumlah ruas jalan seperti Ungaran, Bawen, Tuntang, Jambu (Kabupaten Semarang), Ngampel (Boyolali) m, Secang (Temanggung), Magelang Kota dan Muntilan (Magelang) serta Grobogan.

Kepala Polres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy mengatakan menghadapi peningkatan kendaraan arus mudik ke e Aran ini, diturunkan seluruh kekuatan untuk mengamankan jalur mudik baik itu tol Semarang-Bawen, maupun ruas jalan nasional Semarang hingga perbatasan dengan Temanggung dan Salatiga.

"Kita terjunkan 550 personil untuk menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik lebaran baik itu di ruas tol, jalan nasional, provinsi maupun jalur alternatif yang ada," tutur Ratna Quratul Ainy.

Sementara itu di ruas Jajan Tol Trans Jawa juga terpantau meningkat dengan kepadatan di sejumlah gerbang tol terutama di GT Kalikangkung, Kota Semarang dengan antrean kendaraan di 17 gerbang tol yang dibuka penuh sejak beberapa hari lalu. "Meskipun terjadi peningkatan sejauh ini masih lancar," kata Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang Nasrullah.

Menurut Nasrullah puncak arus mudik gelombang kedua diperkirakan akan berlangsung Rabu (18/3) dan Kamis (19/3) besok, diperkirakan jumlah kendaraan melintas di GT Tol Kalikangkung akan mengalami lonjakan. Karena berdasarkan informasi dari Jabodetabek jumlah kendaraan pemudik yang keluar hingga saat ini baru 28 persen.

Berdasarkan data yang ada, ungkap Nasrullah, jumlah kendaraan melintas di GT Kalikangkung pada hari ini sudah diatas 35 ribu unit, atau meningkat dibandingkan sehari  sebelumnya Senin (16/3) sebanyak 30 ribu unit, bahkan pada saat puncak arus mudik angua tersebut dapat meningkat hingga dua kali lipat atau sekitar mencapai 68.900 kendaraan.

Sejauh ini, lanjut Nasrullah, belum terjadi adanya penumpukan antrean kendaraan di gerbang tol, masih cukup lancar dan antrean yang ada masih relatif normal dan lancar dengan dibukanya 17 gerbang dan saat terjadi puncak nantinya akan dibuka 29 gerbang bersamaan diberlakukan one way nasional.

Secara kumulatif, demikian Nasrullah, sejak H-10 hingga H-5 Lebaran, total kendaraan yang melintas menuju Semarang telah mencapai 155.000 kendaraan, angka ini meningkat sekitar 45,62 persen dibandingkan pada  kondisi normal yang berada di angka 83.916 kendaraan. 

Disinggung pelaksanaan one way dari arah barat (Jakarta) ke timur (Semarang), Nasrullah mengatakan masih menunggu instruksi resmi dari kepolisian, karena pelaksanaannys berdasarkan kepadatan kendaraan melintas. "Kita masih menunggu intruksi lebih lanjut, kemungkinan baru Rabu (18/3) diterapkan dan dilakukan secara bertahap," tambahnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik