Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH mahasiswa asal Timur Tengah yang sedang menempuh studi di Surabaya, dipastikan tidak bisa mudik Lebaran 2026 ini ke negara asalnya di momen Lebaran 2026 ini, menyusul ketegangan yang terjadi di Timur Tengah, yakni perang AS-Israel vs Iran.
Diantara mahasiswa Timur Tengah tersebut adalah Khusay salah satu mahasiswa Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) asal Yaman, mengaku tidak bisa pulang ke negara asalnya karena kondisi keamanan yang tidak menentu, serta mahalnya harga tiket pesawat.
“Selama waktu ini perang pecah antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Jadi kami tidak bisa kembali ke Yaman, karena tiket pesawat, harganya sangat tinggi, dan tidak ada penerbangan terdekat untuk kembali ke Yaman,” katanya di Surabaya, Senin (16/3).
Khusay mengatakan bahwa sebenarnya ia bisa saja pulang melalui Mesir karena keluarga besarnya juga berada di Mesir. Namun, sang ibu menyarankan agar tetap tinggal di Indonesia demi alasan keamanan.
“Tentang keluarga saya, mereka tidak tinggal di Yaman, tapi tinggal di Mesir. Tapi ibu saya sedang di Yaman sekarang. Beliau bahkan sedang di Yaman saat perang dimulai. Jadi situasinya memang sulit,” ucapnya.
Dengan alasan keamanan, penerbangan yang tidak menentu, serta adanya lonjakan harga tiket pesawat, ia memutuskan tidak pulang kampung saat Lebaran 2026 ini. Terlebih, keputusan tetap tinggal di Indonesia juga didukung oleh keluarganya.
“Orang tua saya bilang tetap di Indonesia. Saya kesini untuk satu tujuan, yaitu belajar. Jadi apa pun situasinya harus tetap fokus melanjutkan studi,” ucapnya.
Abdurrahman Khalid, mahasiswa asal Yaman lainnya juga mengungkapkan hal serupa. Ia mengurungkan rencana untuk pulang ke negara asalnya untuk mudik Lebaran 2026.
Meskipun negaranya tidak terlibat perang dengan AS, Israel atau Iran, namun ia mengatakan bahwa situasi tersebut sangat berimbas pada stabilitas keamanan di negaranya.
“Selama masa perang ini, tiket untuk kembali ke negara saya naik sekitar tiga atau empat kali lipat. (Tak hanya negara Yaman) semua bandara mungkin bandara utama seperti di Dubai, Abu Dhabi, dan Qatar, semuanya tutup karena perang melawan Iran dan tentu saja ada perang melawan negara-negara Teluk,” ucapnya.
Abdurrahman mengatakan, ia bisa saja pulang ke Jeddah, Arab Saudi menemui keluarga besarnya, namun ia memutuskan untuk tetap tinggal di Indonesia seiring dengan situasi yang belum stabil. Saat ini, Abdurrahman lebih memilih untuk fokus belajar di Indonesia. Ia menempuh pendidikan di jurusan Teknik Mesin Umsura.
“Saat ini saya masih ada banyak kelas, saya tidak bisa pulang. Intinya ada banyak alasan yang melatarbelakanginya tak pulang, ada perang, harga tiket mahal dan durasi libur tidak panjang,” katanya. (H-3)
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat saat Lebaran tahun ini lebih bersifat selektif.
Puncak arus balik Lebaran 2026 di Terminal Harjamukti Cirebon terjadi hari ini (25/3). Jumlah penumpang ke Jakarta naik 15%. Cek prediksi gelombang kedua di sini.
HARGA cabai rawit di pasaran Kota Palu, Sulawesi Tengah mengalami kenaikan signifikan pasca Lebaran 2026. Harganya kini mencapai Rp140 ribu per kilogram.
Harga cabai merah di Aceh melonjak hingga Rp60.000 per kg saat Lebaran 2026. Simak penyebab dan pantauan harga terbaru di Pasar Pante Teungoh Sigli.
SEJUMLAH pemudik Lebaran 2026 yang pulang ke Jawa Tengah (Jateng) mengaku merasakan hasil geliat pembangunan yang ada di provinsi ini.
Pakar menilai pemerintah berhasil menepis kekhawatiran publik terkait isu kelangkaan energi dan BBM di tengah tensi geopolitik yang memanas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved