Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Arus Mudik Lebaran 2026 di Indonesia Timur Diproyeksi Tembus 882.620 Penumpang

Lina Herlina
10/3/2026 09:27
Arus Mudik Lebaran 2026 di Indonesia Timur Diproyeksi Tembus 882.620 Penumpang
General Manager Pelindo Regional 4 Makassar, Iwan Sjarifuddin.(MI/Lina Herlina)

PENUMPANG selama periode Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Indonesia Timur diproyeksikan mencapai 882.620 orang. Angka itu meningkat sekitar 5% dibanding realisasi tahun lalu yang tercatat sebanyak 840.590 penumpang. 

Lonjakan ini kembali menegaskan tren pertumbuhan mobilitas masyarakat melalui transportasi laut yang terus menguat dalam beberapa tahun terakhir di kawasan timur Indonesia.

Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, mengungkapkan bahwa momen mudik Lebaran tetap menjadi periode dengan pergerakan penumpang tertinggi di pelabuhan-pelabuhan yang dikelola Pelindo di Kawasan Timur Indonesia. 

Menurutnya, proyeksi peningkatan sebesar 5% ini sejalan dengan menguatnya konektivitas transportasi laut dan meningkatnya mobilitas masyarakat yang setiap tahun terus bertumbuh.

"Berdasarkan proyeksi operasional kami, arus penumpang pada masa Angkutan Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 882.620 orang. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa transportasi laut masih menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat di Indonesia Timur, terutama saat momen mudik Lebaran," ujar Abdul Azis, Senin (9/3).

Tren positif ini terlihat dari data lima tahun terakhir yang mencatat peningkatan konsisten. Pada tahun 2022, jumlah penumpang tercatat sekitar 594.263 orang, kemudian meningkat menjadi 715.256 orang pada 2023, 764.010 orang pada 2024, dan 840.590 orang pada periode Angkutan Lebaran 2025. 

Kini di tahun 2026, angka tersebut diproyeksikan kembali melesat menembus 882.620 penumpang.

Untuk memastikan kelancaran arus mudik tahun ini, Pelindo Regional 4 telah menyiapkan berbagai langkah strategis. Abdul Azis menjelaskan bahwa pihaknya memastikan seluruh fasilitas terminal penumpang dalam kondisi siap operasional, serta melakukan penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk operator kapal dan instansi terkait.

"Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan mudik yang lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur dan sinergi dengan stakeholder menjadi prioritas utama kami," tegasnya.

Sementara itu, Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, memaparkan bahwa sejumlah pelabuhan utama di Kawasan Indonesia Timur diproyeksikan kembali menjadi simpul dengan arus penumpang terbesar selama periode mudik Lebaran tahun ini. 

Berdasarkan data Angkutan Lebaran 2025, lima pelabuhan dengan arus penumpang tertinggi di Regional 4 meliputi Pelabuhan Makassar sebanyak 126.006 penumpang, Balikpapan 112.531 penumpang, Ambon 103.679 penumpang, Parepare 97.174 penumpang, serta Ternate 67.460 penumpang.

Memasuki Lebaran 2026, jumlah penumpang di pelabuhan-pelabuhan tersebut diproyeksikan kembali meningkat. Pelabuhan Makassar diperkirakan akan melayani sekitar 132.306 penumpang, disusul Balikpapan dengan 118.158 penumpang, Ambon 108.863 penumpang, Parepare 102.033 penumpang, serta Ternate 70.833 penumpang.

"Pelabuhan Makassar diproyeksikan tetap menjadi pelabuhan dengan arus penumpang tertinggi di Regional 4 selama masa mudik Lebaran, diikuti Balikpapan dan Ambon. Oleh karena itu, kami menyiapkan penguatan pengelolaan arus penumpang serta optimalisasi layanan terminal penumpang di pelabuhan-pelabuhan tersebut," jelas Yusida.

Ia menambahkan, pada periode Angkutan Lebaran tahun lalu, puncak arus mudik tercatat terjadi pada H-3 Lebaran dengan jumlah penumpang mencapai 41.049 orang, sementara puncak arus balik terjadi pada H+7 dengan total 40.197 penumpang. 

Pola pergerakan ini diperkirakan akan kembali terjadi pada musim mudik tahun ini, sehingga pihaknya telah menyiapkan antisipasi sejak dini.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, sebanyak tiga operator pelayaran utama disiapkan melayani penumpang di Pelabuhan Makassar, yakni PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) dengan 14 unit kapal, PT Dharma Lautan Utama (DLU) dengan 4 unit kapal, serta PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) dengan 1 unit kapal. 

Total keseluruhan kapal yang beroperasi mencapai 19 unit, terdiri dari 14 kapal penumpang dan 5 kapal Roro yang akan melayani rute-rute pelayaran di kawasan Indonesia Timur.

Secara keseluruhan, Pelindo Regional 4 mengoperasikan 20 terminal penumpang selama masa Angkutan Lebaran untuk memastikan kelancaran layanan bagi masyarakat pengguna transportasi laut. 

Dengan kesiapan infrastruktur, armada, dan koordinasi yang matang, Pelindo optimistis layanan kepelabuhanan selama periode mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan optimal sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta aktivitas logistik di Kawasan Timur Indonesia.

General Manager Pelindo Regional 4 Makassar, Iwan Sjarifuddin, menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan seluruh rangkaian layanan mudik berjalan sesuai harapan. 

"Kami berharap masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik yang aman dan nyaman bersama keluarga. Seluruh tim di lapangan akan bekerja maksimal untuk mewujudkan mudik yang berkesan bagi masyarakat Indonesia Timur," tutupnya.

Sepanjang tahun 2025, lalu lintas kapal penumpang di Makassar tercatat mencapai 658 call dengan total penumpang 962.531 orang. (LN/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya