Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
RAMADAN telah tiba, dan denyut kehidupan malam di Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar kembali berdetak lebih kencang. Bazar Ramadan tahun ini hadir dengan wajah baru, lebih lapang, lebih tertata, tapi tidak kalah meriah.
Jika tahun lalu pengunjung harus beradu sikut di antara 500 lapak, tahun ini panitia sengaja memangkas jumlah pedagang menjadi 400 tenant. Bukan karena sepi peminat, justru demi kenyamanan jemaah yang datang berbondong-bondong.
"Kami ingin pengunjung punya ruang gerak lebih luas. Ibadah tetap khusyuk, belanja pun nyaman," ungkap Sekretaris Panitia Amaliah Ramadan Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar, Muannas.
Pendaftaran tenant ternyata sudah dibuka tiga bulan sebelum Ramadan. Pedagang tidak sekadar datang dan memilih tempat, tapi ditempatkan dalam blok-blok khusus, kuliner di timur, fesyen di barat, serta pernak-pernik Ramadan seperti songkok, sajadah, dan peci di zona tersendiri.
"Biar pengunjung mudah mencari. Mau beli kurma? Tinggal ke blok kuliner. Mau cari sarung? Langsung ke blok fesyen. Semua lebih terstruktur," jelas Muannas.
Bazar beroperasi setiap hari mulai pukul 17.00 WITA hingga tengah malam. Namun, memasuki sepuluh malam terakhir, biasanya aktivitas meningkat drastis.
"Banyak pedagang yang bertahan sampai jam dua atau tiga pagi. Apalagi menjelang Lebaran, potongan harga mulai bermunculan, daya tariknya makin besar," tambahnya.
Adi, 39, salah satu penjual baju di Bazar Ramadan Al Markaz Jenderal Jusuf mengaku jika dirinya sudah tahun keempat ikut dalam bazar di Al Markaz tersebut. Dan disebutkan, jika memang jumlah pedagang tahun ini berkurang dari tahun-tahun sebelumnya.
"Iye, tidak sama tahun-tahun lalu, ini banyak berkurang penjual (pedagangnya). Tapi ini lebih rapi dan tertata Ki dari sebelum-sebelumnya. Jadi pembeli juga leluasa, tidak terlalu berdesak-desakan. Tapi nanti kalo dekat lebaran pasti lebih ramai lagi," ungkap Adi.
Nina, 45, pengunjung bazar merasakan hal yang sama. Tapi dia lebih suka melihatnya, karena dagangan tertata rapi. "Kita juga pembeli nyaman, tidak bingung cari posisi penjual apa yang dicari," serunya.
Tahun ini, Al-Markaz tak hanya menawarkan belanja. Panitia menyulap area sekitar masjid dengan jogging track yang mengelilingi lokasi bazar.
Lintasan ini diharapkan melancarkan sirkulasi pengunjung dan menghindari penumpukan seperti tahun sebelumnya.
Bagi keluarga dengan anak kecil, tersedia wahana permainan yang aman dan menyenangkan. "Jadi orang tua bisa berbelanja atau sekadar duduk santai, anak-anak tetap bisa bermain. Ini jadi alternatif hiburan keluarga setelah salat Tarawih," terang Muannas.
Tidak hanya soal dagangan, masjid kebanggaan Makassar ini juga menghadirkan program sosial dan keagamaan. Layanan donor darah kembali digelar bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia.
"Kami ingin Ramadan menjadi momentum berbagi kebaikan secara lebih luas, tak hanya antarumat Islam," ucapnya.
Sementara untuk generasi muda, ada program unggulan Karantina Quran selama dua pekan. Para peserta akan tinggal di lingkungan masjid dan fokus memperdalam bacaan serta hafalan Alquran. "Ini cara kami menyiapkan generasi milenial yang dekat dengan Alquran," pungkas Muannas.
Dengan segala fasilitas dan program yang ditawarkan, Masjid Al-Markaz siap menjadi rumah kedua bagi warga Makassar yang ingin menjalani Ramadan dengan nyaman, khusyuk, dan penuh kebersamaan. (H-2)
Kegiatan ini diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dalam menyambut Idul Fitri 1446 Hijriah sekaligus upaya pengendalian Inflasi.
RAMADAN dan Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025 dijalankan masyarakat di tengah keadaan ekonomi yang sulit. Apalagi bagi mereka yang memiliki anggota keluarga banyak, sedangkan pendapatan tidak menentu.
Bazar Ramadhan yang dijadwalkan dilaksanakan selama dua hari merupakan kerja sama pemerintah kabupaten, Perum Bulog dan UMKM serta sejumlah mitra lainnya
Sebanyak 80 UMKM yang hadir berasal dari berbagai sektor, seperti makanan, minuman, dan produk lokal lainnya.
PEMERINTAH Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menggelar bazar Ramadan guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved