Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Tradisi Nyekar Jelang Ramadan 1447 H: TPU di Tasikmalaya Mulai Dipadati Peziarah

Kristiadi
17/2/2026 21:09
Tradisi Nyekar Jelang Ramadan 1447 H: TPU di Tasikmalaya Mulai Dipadati Peziarah
Ilustrasi(MI/KRISTIADI)

Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Tempat Pemakaman Umum (TPU) di sejumlah titik di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mulai dipadati peziarah. Warga datang untuk memanjatkan doa di samping makam keluarga dan kerabat sembari membersihkan rumput di sekitar pusara.

Pantauan di lapangan pada Selasa (17/2/2026), aktivitas ziarah ini menjadi bagian dari tradisi masyarakat menyambut bulan puasa. Para peziarah tampak membawa perlengkapan ziarah seperti bunga dan air, yang juga banyak dijajakan oleh penjual musiman di sekitar area pemakaman.

Edukasi Silsilah Keluarga Lewat Ziarah

Seorang peziarah, Asep (40), warga Kampung Ciranjang, Kecamatan Tawang, mengatakan dirinya sengaja datang bersama keluarga besar untuk mendoakan kedua orang tuanya. Bagi Asep, momen jelang Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mengenalkan makam kakek dan nenek kepada anak-anaknya.

"Kami selalu membawa bunga, air, dan surat Yasin untuk dibaca bersama anak-anak. Ziarah ini sekalian momen munggahan karena keluarga sudah mengagendakan pulang kampung untuk mendoakan sosok orang tua yang semasa hidupnya selalu membimbing kami," ujar Asep.

Data Peziarah TPU Cieunteung Tasikmalaya

Kategori Keterangan
Asal Peziarah Tasikmalaya, Garut, Bandung, Jakarta, Ciamis, Banjar, Majalengka
Aktivitas Utama Membaca Yasin, Tabur Bunga, Bersih Makam
Waktu Puncak H-7 hingga H-1 Ramadan

Tradisi Tahunan yang Terjaga

Kuncen TPU Cieunteung, Aris Hidayat (55), mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah peziarah terjadi di hampir seluruh TPU di wilayah Kota Tasikmalaya. Menurutnya, tradisi ziarah makam jelang Ramadan sudah menjadi kewajiban bagi umat Muslim di wilayah tersebut.

"Peziarah yang datang ke TPU Cieunteung berasal dari berbagai daerah, tidak hanya lokal Tasikmalaya. Ada yang dari Bandung hingga Jakarta. Mereka tidak hanya berdoa, tetapi juga bergotong-royong membersihkan makam keluarga," papar Aris.

Kondisi ramai ini diprediksi akan terus berlangsung hingga sore hari menjelang hari pertama puasa. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, tradisi ziarah ini juga memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar yang berjualan bunga dan jasa pembersih makam musiman.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik