Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Imlek 2577 di Tasikmalaya: Doa untuk Stabilitas Ekonomi di Tahun Kuda Api

Kristiadi
17/2/2026 20:22
Imlek 2577 di Tasikmalaya: Doa untuk Stabilitas Ekonomi di Tahun Kuda Api
Ilustrasi(MI/KRISTIADI)

Puluhan warga Tionghoa memadati Vihara Avalokitesvara di Jalan Pemuda, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili pada Selasa (17/2/2026). Di tengah suasana khidmat, para jemaat memanjatkan doa khusus agar kesejahteraan ekonomi nasional kembali stabil di tahun Shio Kuda Api ini.

Pengurus harian Vihara Avalokitesvara, Cincin (67), mengungkapkan bahwa perayaan tahun ini memiliki dinamika spiritual yang unik karena berdekatan dengan datangnya bulan suci Ramadan. Menurutnya, pertemuan dua momentum besar ini membawa pesan harmoni yang sangat dinamis bagi masyarakat Tasikmalaya.

Makna Shio Kuda Api dan Tantangan Ekonomi

Tahun Shio Kuda Api 2026 melambangkan semangat, kerja keras, dan keberanian dalam mengambil peluang. Namun, Cincin menekankan pentingnya keselarasan antara ambisi dan pengendalian diri dalam menghadapi situasi ekonomi yang saat ini dirasa cukup menantang.

Filosofi Shio Kuda Api 2026: Melambangkan energi yang meluap-luap dan kecepatan. Jemaat diajak untuk bertindak tepat momentum namun tetap waspada agar tidak terjebak dalam keputusan yang terburu-buru (impulsif).

"Tahun Shio Kuda adanya harmoni antara manusia, alam, dan waktu untuk bertindak, tapi tetap harus disertai pengendalian diri. Pada perayaan ini, kami melakukan persiapan maksimal mulai dari pengecekan jaringan listrik hingga penyediaan lilin besar demi kenyamanan jemaat," kata Cincin, Selasa (17/2/2026).

Doa Keselamatan Bangsa dan Toleransi

Meskipun perayaan tahun ini dirasakan lebih sederhana oleh sebagian jemaat, ritual utama yakni pembacaan doa memohon keselamatan bagi bangsa tetap dilakukan dengan khusyuk. Jemaat diingatkan untuk tetap menjaga kerukunan, terlebih lingkungan sekitar mulai memasuki suasana religius menyambut Ramadan.

Akwet, seorang jemaat asal Garut, menuturkan bahwa banyak jemaat yang memilih bersembahyang di rumah masing-masing namun tetap menitipkan doa untuk stabilitas perekonomian negara.

"Sebagai bentuk penghormatan yang tulus bagi warga mayoritas Muslim, kami menyampaikan pesan persaudaraan dan mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga diberikan kesehatan, keberkahan, dan kedamaian bagi kita semua," ujar Akwet.

Pihak Vihara Avalokitesvara juga mengimbau jemaat untuk terus membina kerukunan antarumat beragama di tengah perbedaan, menjadikan Imlek sebagai momentum refleksi untuk memperbaiki diri agar tahun depan menjadi lebih baik.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik