Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Mengangkat Sumpit, Merajut Doa: Makna Yusheng dalam Perayaan Imlek

N Apuan Iskandar
31/1/2026 10:00
Mengangkat Sumpit, Merajut Doa: Makna Yusheng dalam Perayaan Imlek
Jimmy selaku perwakilan dari Perhimpunan Hakka Indonesia menjelaskan makna dari tradisi yu sheng, didampingi bapak Ferry irianto selaku General Menejer Mal Ciputra, dan para tamu undangan, pada malam perayaan Malam Tahun Baru China di Mal Ciputra (30/01/2(MI/APUAN ISKANDAR)

TRADISI Yusheng kembali diperkenalkan kepada publik sebagai bagian dari rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2026. Prosesi ini dikenal sebagai simbol doa akan keberuntungan, kemakmuran, dan kebersamaan yang biasanya dilakukan sejak hari pertama Imlek hingga hari ke-15 perayaan. Dalam acara perayaan Imlek di Mall Ciputra Jakarta, prosesi Yusheng dipandu langsung oleh perwakilan Perhimpunan Hakka Indonesia, yang menjelaskan makna filosofis di balik setiap bahan yang digunakan dalam hidangan tersebut .

Yusheng sendiri merupakan hidangan khas Tionghoa yang terdiri dari ikan mentah dan aneka sayuran serta saus, kemudian diaduk bersama-sama menggunakan sumpit. Prosesi mengaduk Yusheng dilakukan dengan mengangkat bahan setinggi mungkin, yang dipercaya melambangkan harapan agar rezeki dan keberuntungan terus meningkat di tahun yang baru .

Salah satu kondimen utama dalam Yusheng adalah ikan mentah, yang umumnya disajikan seperti sashimi. Dalam bahasa Mandarin, ikan disebut “yu”, yang pelafalannya serupa dengan kata yang berarti “berkelimpahan”. Makna ini melambangkan harapan agar rezeki yang diperoleh tidak habis dan selalu bersisa setiap tahunnya. Selain ikan, Yusheng juga berisi wortel merah dan lobak putih yang diiris memanjang. Warna merah pada wortel melambangkan keberuntungan, sementara lobak putih dipercaya membawa kelancaran dan kemudahan dalam menjalani kehidupan .

Kondimen lainnya adalah kacang tanah dan kerupuk renyah berwarna keemasan. Kedua bahan ini ditaburkan ke atas Yusheng dan dimaknai sebagai simbol emas yang memenuhi rumah, mencerminkan harapan akan kemakmuran dan kekayaan. Minyak wijen yang dituangkan melambangkan rezeki yang mengalir dengan lancar, sementara saus manis melambangkan kehidupan yang manis dan harmonis. Tak ketinggalan, irisan jeruk juga ditambahkan sebagai simbol keberuntungan dan hasil usaha yang besar .

Seluruh kondimen Yusheng memiliki makna yang saling melengkapi. Saat prosesi berlangsung, setiap bahan dimasukkan satu per satu sambil diiringi ucapan doa dan harapan dalam bahasa Mandarin. Tradisi ini menekankan pentingnya kebersamaan, karena Yusheng tidak dimakan sendiri, melainkan diaduk dan dinikmati bersama sebagai simbol persatuan keluarga dan komunitas dalam menyambut tahun yang baru .(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya