Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Siswa SD di NTT Bunuh Diri, Mensos: Kita Prihatin Dulu Ya

Ficky Ramadhan
04/2/2026 12:44
Siswa SD di NTT Bunuh Diri, Mensos: Kita Prihatin Dulu Ya
Ilustrasi(Antara)

MENTERI Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan duka cita sekaligus keprihatinan mendalam atas meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga bunuh diri karena persoalan ekonomi keluarga. Ia menilai peristiwa tragis tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak.

"Tentu kita prihatin dulu ya dan turut berduka. Yang kedua, ya tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama,” kata Gus Ipul, Rabu (4/2).

Gus Ipul menegaskan pentingnya penguatan data sosial dan pendampingan terhadap keluarga rentan, khususnya agar tidak ada masyarakat yang terlewat dari jangkauan program perlindungan sosial pemerintah. Menurutnya, akurasi data menjadi kunci utama dalam memastikan bantuan tepat sasaran.

"Ya tentu bersama pemerintah daerah, kita harus memperkuat pendampingan, kita harus memperkuat data kita. Kita harapkan tidak ada yang tidak terdata," tegasnya.

Ia menambahkan, ketersediaan data yang komprehensif akan memungkinkan pemerintah menjangkau keluarga yang membutuhkan perlindungan, rehabilitasi, hingga pemberdayaan sosial.

"Ini hal yang sangat penting saya kira kembali kepada data. Bagaimana data ini kita sajikan sebaik mungkin, sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga-keluarga yang memang memerlukan perlindungan, memerlukan rehabilitasi, dan memerlukan pemberdayaan. Ya jadi itu, sampai disitu dulu dan ini sungguh-sungguh menjadi keperhatian kita bersama," ujarnya.

Sebelumnya, seorang anak laki-laki berinisial YBR, 10, siswa kelas IV SD, ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di sebuah pohon di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT, pada Kamis (29/1). Saat proses evakuasi, aparat kepolisian menemukan sepucuk surat tulisan tangan milik korban.

Surat tersebut ditulis dalam bahasa daerah Bajawa dan ditujukan kepada ibu korban. Hingga kini, kepolisian masih mendalami penyebab pasti kejadian tersebut, termasuk dugaan kekecewaan YBR karena tidak dibelikan peralatan tulis akibat keterbatasan ekonomi keluarga. (Fik/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya