Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Atasi Penyakit Pascabencana, Baznas Bazis DKI Jakarta Gelar Ekspedisi Sehatkan Sumatera

Indrastuti
01/2/2026 21:49
Atasi Penyakit Pascabencana, Baznas Bazis DKI Jakarta Gelar Ekspedisi Sehatkan Sumatera
Ilustrasi(Dok Istimewa)

WARGA terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, masih menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan. Di tengah kondisi itu, Baznas Bazis DKI Jakarta turun langsung memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat.

Melalui program Ekspedisi Sehatkan Sumatera, Baznas Bazis DKI Jakarta menggelar pelayanan kesehatan di Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Kepala Bidang IV Baznas Bazis DKI Jakarta Ilham Nur Hidayat mengatakan program ini merupakan layanan kesehatan bergerak yang dirancang untuk menjangkau masyarakat di wilayah terdampak bencana, termasuk titik-titik pengungsian dan desa terpencil.

“Ekspedisi Sehatkan Sumatera hadir untuk menjawab keterbatasan akses layanan kesehatan yang masih dirasakan masyarakat pascabanjir,” kata Ilham, Minggu (1/2/2026).

Dalam pelaksanaannya, Baznas Bazis DKI Jakarta menggandeng dr Gia Pratama dan dr Nicho Saputra Nugraha sebagai tenaga medis. Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Ikatan Alumni Universitas Trisakti (IKA Usakti) serta BPBD DKI Jakarta yang memberikan layanan trauma healing bagi warga dan anak-anak terdampak bencana.

Ilham menjelaskan fokus layanan kesehatan meliputi pemeriksaan dan pengobatan penyakit yang umum muncul pascabanjir, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, dan infeksi kulit.

“Selain pemeriksaan dan pengobatan, kami juga memberikan obat-obatan, vitamin, konsultasi kesehatan langsung dengan dokter, serta edukasi sederhana terkait sanitasi, penggunaan air bersih, dan pencegahan penyakit,” ujarnya.

Program Ekspedisi Sehatkan Sumatera ini berlangsung dua pekan, sejak 30 Januari 2026. Dalam kesempatan itu, Baznas Bazis DKI Jakarta juga menyalurkan paket gizi berupa vitamin, beras, dan telur rebus kepada penerima manfaat.

“Target kami dalam program ini adalah 5.000 penerima manfaat. Kami berkomitmen tidak hanya memberikan bantuan darurat, tetapi juga mendampingi masyarakat melalui layanan kesehatan dan pemulihan psikososial sebagai bagian dari pemulihan berkelanjutan di Sumatera,” kata Ilham.

Salah satu tenaga medis yang terlibat, dr Gia Pratama, menyebut dampak bencana di Aceh Tamiang masih sangat terasa hingga saat ini. “Efek bencana ini panjang. Di pengungsian, keterbatasan nutrisi dan sanitasi membuat penyakit hampir pasti muncul. Itu yang menjadi alasan utama kami hadir,” kata dr Gia.

Ia menegaskan kondisi Aceh Tamiang belum sepenuhnya pulih dan masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. “Bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi masyarakat di sini,” ujarnya.

Sementara itu, dr Nicho Saputra Nugraha menekankan pentingnya kehadiran tenaga kesehatan yang kompeten di wilayah terdampak bencana.
“Masyarakat membutuhkan pemeriksaan kesehatan yang menyeluruh. Selain tenaga medis, relawan di bidang lain seperti penyediaan makanan dan kebutuhan dasar juga masih sangat dibutuhkan,” katanya.

Ia berharap doa dan dukungan terus mengalir agar masyarakat Aceh Tamiang diberikan kesehatan dan ketabahan selama masa pemulihan.
Sebelumnya, Baznas Bazis DKI Jakarta juga menyalurkan bantuan lain berupa dapur umum, air bersih, serta mendirikan posko bantuan di Kabupaten Aceh Tamiang untuk warga terdampak banjir dan longsor. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya