Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
HINGGA akhir Januari sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan berpotensi dilanda hujan lebat disertai angin kencang yang dapat memicu banjir dan tanah longsor. Peringatan dini telah dikeluarkan, mengingat anomali cuaca membuat hampir semua daerah, termasuk dataran tinggi, kini masuk kategori rawan bencana.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem hingga 29 Januari 2026 mendatang.
Peringatan dini cuaca berisiko dengan potensi dampak banjir dan longsor telah diaktivasi.
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menyebutkan secara nasional, wilayah Sulawesi termasuk yang perlu mewaspadai peningkatan hujan intensitas sedang hingga lebat.
Secara khusus, BMKG Wilayah IV mengeluarkan peringatan waspada potensi angin kencang untuk sebagian wilayah Jeneponto, Kepulauan Selayar, Sidrap, dan Wajo.
Menyikapi prakiraan ini, BNPB mengimbau masyarakat, terutama di area lereng, untuk segera melakukan evakuasi mandiri jika hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam. Masyarakat juga diminta menjauhi pohon, papan reklame, atau bangunan yang berpotensi roboh.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Amson Padolo menegaskan, bahwa dalam kondisi iklim saat ini, hampir seluruh wilayah Sulsel berstatus rawan bencana hidrometeorologi, khususnya banjir.
“Peta rawan bencana konvensional tidak lagi cukup menjadi patokan. Anomali cuaca dan krisis iklim membuat bencana sulit diprediksi. Daerah yang sebelumnya tidak masuk kategori rawan, seperti dataran tinggi Enrekang dan Toraja, pun pernah terdampak banjir,” jelas Amson di Makassar.
Oleh karena itu, ia mendorong setiap pemerintah daerah (pemda) untuk segera memperbarui pemetaan wilayah rawan di daerahnya masing-masing dan memperkuat langkah mitigasi.
"Kesiapsiagaan, seperti penyediaan logistik (buffer stock) dan langkah pencegahan lain, harus disiapkan sejak dini, dan itu sudah dilakukan Pemprov Sulsel" tukas Amson, Minggu (25/1).
Masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, hindari beraktivitas di luar ruang saat hujan lebat atau angin kencang.
"Kenali jalur evakuasi dan titik aman di sekitar tempat tinggal, terutama bagi yang bermukim di dekat sungai, lereng, atau dataran rendah. Ikuti arahan dan imbauan dari pihak berwenang setempat," Amson mengingatkan.
Dengan kesiapsiagaan kolektif dari pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat, dampak dari cuaca ekstrem ini diharapkan dapat diminimalisir. (LN/E-4)
BMKG memprediksi cuaca DKI Jakarta pada 21 Maret 2026 didominasi berawan tebal dengan potensi hujan ringan di sore hari. Simak detailnya.
BMKG menjelaskan, dalam 24 jam ke depan siklon tersebut diprediksi bergerak ke arah barat menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 65 knot dan tekanan minimum 978 hPa.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam menginformasikan prakiraan cuaca pada 20 dan 21 Maret 2026.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi cuaca di Indonesia pada Kamis (19/3) akan didominasi hujan dengan intensitas mulai dari ringan hingga lebat.
BMKG merilis prakiraan cuaca DKI Jakarta 19 Maret 2026. Waspadai potensi hujan sedang hingga lebat pada sore hari di Jakarta Selatan dan Timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved