Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Prakiraan Cuaca Ekstrem Landa Sulsel hingga Akhir Januari, Masyarakat Diminta Siaga

Lina Herlina
25/1/2026 14:51
Prakiraan Cuaca Ekstrem Landa Sulsel hingga Akhir Januari, Masyarakat Diminta Siaga
Ilustrasi(MI/Ramdani)

HINGGA akhir Januari sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan berpotensi dilanda hujan lebat disertai angin kencang yang dapat memicu banjir dan tanah longsor. Peringatan dini telah dikeluarkan, mengingat anomali cuaca membuat hampir semua daerah, termasuk dataran tinggi, kini masuk kategori rawan bencana.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem hingga 29 Januari 2026 mendatang. 

Peringatan dini cuaca berisiko dengan potensi dampak banjir dan longsor telah diaktivasi.

Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menyebutkan secara nasional, wilayah Sulawesi termasuk yang perlu mewaspadai peningkatan hujan intensitas sedang hingga lebat. 

Secara khusus, BMKG Wilayah IV mengeluarkan peringatan waspada potensi angin kencang untuk sebagian wilayah Jeneponto, Kepulauan Selayar, Sidrap, dan Wajo.

Menyikapi prakiraan ini, BNPB mengimbau masyarakat, terutama di area lereng, untuk segera melakukan evakuasi mandiri jika hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam. Masyarakat juga diminta menjauhi pohon, papan reklame, atau bangunan yang berpotensi roboh.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Amson Padolo menegaskan, bahwa dalam kondisi iklim saat ini, hampir seluruh wilayah Sulsel berstatus rawan bencana hidrometeorologi, khususnya banjir.

“Peta rawan bencana konvensional tidak lagi cukup menjadi patokan. Anomali cuaca dan krisis iklim membuat bencana sulit diprediksi. Daerah yang sebelumnya tidak masuk kategori rawan, seperti dataran tinggi Enrekang dan Toraja, pun pernah terdampak banjir,” jelas Amson di Makassar.

Oleh karena itu, ia mendorong setiap pemerintah daerah (pemda) untuk segera memperbarui pemetaan wilayah rawan di daerahnya masing-masing dan memperkuat langkah mitigasi. 

"Kesiapsiagaan, seperti penyediaan logistik (buffer stock) dan langkah pencegahan lain, harus disiapkan sejak dini, dan itu sudah dilakukan Pemprov Sulsel" tukas Amson, Minggu (25/1).

Masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, hindari beraktivitas di luar ruang saat hujan lebat atau angin kencang.

"Kenali jalur evakuasi dan titik aman di sekitar tempat tinggal, terutama bagi yang bermukim di dekat sungai, lereng, atau dataran rendah. Ikuti arahan dan imbauan dari pihak berwenang setempat," Amson mengingatkan.

Dengan kesiapsiagaan kolektif dari pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat, dampak dari cuaca ekstrem ini diharapkan dapat diminimalisir. (LN/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya