Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Dua Hiilang Akibat Tanah Longsor, Banjir Rendam Sawah Akibat Bencana Meluas di Pulau Flores

Marianus Marselus
23/1/2026 13:14
Dua Hiilang Akibat Tanah Longsor, Banjir Rendam Sawah Akibat Bencana Meluas di Pulau Flores
Bencana tanah longsor terjadi di Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Kamis (22/1) dua warga hilang tertimbun tanah longsor.(MI/MARIANUS MARSELUS)

HUJAN deras yang mengguyur Pulau Flores dalam beberapa hari terakhir memicu rangkaian bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah. Longsor menelan korban jiwa di Manggarai Timur, sementara banjir merendam hamparan sawah produktif di Manggarai Barat. 

Bencana tanah longsor terjadi di Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Kamis (22/1). 

Peristiwa ini mengakibatkan dua warga dilaporkan tertimbun material longsor dan hingga Kamis malam masih dalam pencarian. Dua warga lainnya mengalami luka-luka.

Staf Kecamatan Lamba Leda, Ansel Kalus, membenarkan kejadian tersebut. “Dua warga tertimbun dan masih hilang, serta dua orang mengalami luka,” ujar Ansel saat dikonfirmasi,  Jumat (23/1). 

Korban hilang masing-masing diketahui bernama Yustina Mira, warga Kampung Tuwa, Desa Goreng Meni, serta satu warga asal Kampung Tontong, Desa Compang Weluk, Kecamatan Lamba Leda Selatan.

Pasca-longsor, seluruh warga Kampung Pau terpaksa mengungsi ke Kampung Rentung untuk menghindari ancaman longsor susulan.

“Saat ini semua warga Kampung Pau mengungsi ke Kampung Rentung,” kata Ansel.

Selain menelan korban hilang, plongsor juga menyebabkan kerusakan signifikan. Material tanah dan bebatuan menimbun persawahan, kebun, tambak ikan milik warga, hingga halaman depan Sekolah Dasar Katolik (SDK) Meni. 

Akses listrik menuju Kampung Tuwa terputus total, mengakibatkan pemadaman meluas di seluruh wilayah Kecamatan Lamba Leda.

“Listrik mati total dari pagi sampai sekarang. Jaringan internet dan telepon juga hilang. Kami harus naik ke atas batu untuk menangkap jaringan dari Ruteng agar bisa mengirim laporan,” ungkap Ansel.

Sementara itu, dampak cuaca ekstrem juga dirasakan di Kabupaten Manggarai Barat. Banjir dilaporkan merendam sekitar 10 hektare sawah di Desa Terang, Kecamatan Boleng. Tanaman padi yang telah memasuki masa siap panen rusak parah, membuat petani terancam gagal panen.

“Air naik sangat cepat. Padi yang sudah menguning habis rebah dan tertimbun lumpur. Kami benar-benar terpukul,” kata Vinsensius, petani setempat.

Banjir turut membawa material lumpur dan sampah yang memperparah kerusakan lahan pertanian. Kondisi serupa juga terjadi di kawasan persawahan Lembor, Kecamatan Lembor, yang selama ini dikenal sebagai lumbung pangan Manggarai Barat. Genangan air merendam sawah warga dan mengancam produksi padi musim tanam kali ini.

Di sejumlah wilayah lain di Flores, hujan lebat menyebabkan jalan penghubung antar-kecamatan tertutup longsor, permukiman terendam, serta jaringan listrik dan telekomunikasi terganggu.

Pemerintah daerah bersama aparat terkait terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang bermukim di daerah rawan longsor dan banjir, mengingat potensi hujan berintensitas tinggi masih diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya