Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Diguyur Hujan Lebat selama 6 Jam, Bencana Banjir dan Longsor Landa Kabupaten Batang

Akhmad Safuan
21/1/2026 16:54
Diguyur Hujan Lebat selama 6 Jam, Bencana Banjir dan Longsor Landa Kabupaten Batang
Akibat diguyur hujan lebat, longsor fondasi jalan sekitar jembatan di Pecalungan, Kabupaten Batang membahayakan pelintas.(BPBD Batang)

AKIBAT diguyur hujan lebat mengguyur pada Selasa (20/1) malam, bencana longsor terjadi di 10 titik bencana banjir dan longsor di Kabupaten Batang, sehingga mengganggu aktivitas warga karena jajan tertutup material longsoran.

Pemantauan Media Indonesia Rabu (21/1) ratusan warga bersama puluhan petugas gabungan sldi Kabupaten Batang sejak pagi terus bahu-membahu membersihkan material longsoran yang menutup sejumlah jalan penghubung antar wilayah, akibat hujan lebat yang mengguyur daerah di Pantura sejak Selasa (20/1) malam.

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang bahwa dampak hujan lebat mengguyur daerah ini, setidaknya terdapat 10 kejadian bencana yakni ada 6 kawasan longsor dan 4 kawasan banjir. "Kami langsung bergerak begitu terjadi bencana itu, sehingga tidak sampai ada korban jiwa," ujar Kepala BPBD Batang Wawan Nurdiansyah.

Akibat bencana tersebut, ungkap Wawan Nurdiansyah, terjadi sejumlah kerusakan infrastruktur seperti jajan, jembatan atau bangunan, sehingga untuk melakukan perbaikan lebih lanjut akan dikoordinasikan dengan instansi terkait, karena untuk saat ini dilakukan penanganan darurat agar aktivitas  warga dapat kembali berjalan.

Bencana longsor di Batang akibat guyuran hujan lebat mulai pukul 17.30 WIB, menurut Wawan Nurdiansyah, yakni di Desa Selokarto (Kecamatan Pecalungan), Desa Sidalang (Kecamatan Tersono), Desa Gringgingsari dan Desa Sodong (Kecamatan Wonotunggal), Desa Tombo, (Kecamatan Bandar) dan  Desa Kambangan (Kecamatan Blado).

Akibat bencana longsor itu, lanjut Wawan Nurdiansyah, terjadi kerusakan infrastruktur yakni runtuhnya tebing pondasi jembatan di Selokarto dan Sidalang serta rusaknya 2 rumah warga di Gringgingsari dan Tombo serta longsor di jalur Bandar-Batur KM 7, Dukuh Kemploko, Desa Kambangan mengakibatkan terganggunya arus kendaraan.

"Tidak ada korban jiwa, kini petugas gabungan bersama warga sedang melakukan pembersihan material longsor agar ruas  jalan kembali normal," tambahnya.

Sedangkan untuk banjir yang merendam Klidang Lor dan Karangasem Utara, demikian Wawan Nurdiansyah, BPBD masih melakukan asesmen lanjutan dan membantu proses evakuasi warga terdampak. "Setelah banjir surut maka kami akan lakukan pembersihan untuk pemulihan kondisi," ujarnya.

Mengingat intensitas hujan masih tinggi, tutur Wawan Nurdiansyah, maka diminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi tersebut, terutama warga yang berada di kawasan perbukitan maupun sepanjang daerah aliran sungai (DAS)  (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya