Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA evakuasi dramatis terhadap korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 terus menunjukkan perkembangan. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi menyerahkan jenazah korban kedua—seorang perempuan—kepada tim Direktorat Kedokteran dan Kesehatan (Dokpol) Polda Sulawesi Selatan untuk memulai proses identifikasi.
Penyerahan dilakukan langsung oleh Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, di hadapan tim medis dan pihak berwenang, Selasa (20/1) malam. Penyerahan ini menandai tuntasnya satu fase sulit dalam operasi pencarian yang terkendala oleh faktor alam yang ekstrem.
Proses pengangkatan jenazah korban perempuan ini tidaklah mudah. Meskipun lokasi korban sudah terdeteksi sejak Senin (19/1) pukul 14.25 WITA, tim SAR gabungan harus berjibaku dengan kondisi geografis yang sangat menantang.
Kombinasi antara medan yang terjal dan cuaca buruk di lokasi bencana membuat proses pengangkatan jenazah memakan waktu lebih dari 24 jam.
Jenazah baru berhasil dievakuasi sepenuhnya dari titik jatuh pada Selasa pukul 17.15 WITA. Dari titik tersebut, tim harus membawa jenazah mendaki menuju puncak sebelum akhirnya dapat diturunkan ke Posko Tompobulu untuk kemudian dibawa ke Dokpol Polda Sulsel.
“Pada pukul 22.40 malam ini, saya, selaku Direktur Operasi Basarnas, menyerahkan korban (kedua) untuk dilanjutkan proses pendidikasi (identifikasi) di Dokpol,” ujar Yudhi Bramantyo.
Yudhi mengakui bahwa beratnya kondisi di lapangan menjadi ujian utama bagi para personel. Operasi fisik di lokasi baru benar-benar mereda sekitar pukul 16.30 WITA setelah seluruh persiapan pemindahan rampung.
“Kondisi medan yang membuat kita mungkin agak berat,” tuturnya.
Meski satu jenazah lagi telah diserahkan, tugas kemanusiaan ini masih jauh dari kata usai. Berdasarkan data terkini, masih terdapat satu jenazah korban yang telah ditemukan dan kini tengah dalam proses evakuasi perjalanan menuju rumah sakit.
Sementara itu, delapan orang lainnya masih dinyatakan hilang dan menjadi fokus pencarian tim SAR pada hari berikutnya.
“Kami berusaha untuk mempunyai prioritas untuk menyelesaikan satu korban lagi yang masih dalam perjalanan. Mudah-mudahan besok juga sudah sampai ke rumah sakit untuk segera diidentifikasi,” pungkas Yudhi.
Langkah identifikasi oleh Dokpol Polda Sulsel kini menjadi tumpuan harapan bagi keluarga korban untuk mendapatkan kepastian. Di tengah duka yang mendalam, setiap jenazah yang berhasil dievakuasi merupakan wujud komitmen Basarnas dalam menuntaskan misi kemanusiaan ini hingga seluruh korban ditemukan. (Z-1)
Kita semua prihatin atas tragedi ini dan doa terbaik kita untuk keluarga korban.
akses pendakian ke Gunung Bulusaraung ditutup menyusul berakhirnya operasi SAR kecelakaan pesawat milik Indonesia Air Transport, ATR 42-500.
Sosok Capt Andy Dahananto, pilot pesawat ATR 42-500 yang gugur dalam kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dikenang rekan-rekannya sebagai figur senior.
Sebanyak tiga jenazah korban kecelakaan jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Maros diserahterimakan dari keluarga ke negara untuk dimakamkan secara kedinasan.
Kapolda Sulsel menyatakan tim gabungan telah menyelesaikan proses identifikasi terhadap 10 orang korban, yang terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang.
BADAN Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas, akan mengevaluasi kelanjutan operasi pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved