Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Hari Keempat Pencarian, Tim SAR ATR 42-500 Fokus Evakuasi di Tebing Ekstrem dan Penyelidikan Lanjut

Lina Herlina
20/1/2026 14:36
Hari Keempat Pencarian, Tim SAR ATR 42-500 Fokus Evakuasi di Tebing Ekstrem dan Penyelidikan Lanjut
Tim SAR gabungan mencari korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).(MI/Lina Herlina)

OPERASI pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, memasuki fase kritis pada hari keempat. 

Dengan medan berupa tebing terjal dengan kedalaman ratusan meter, tim SAR gabungan kini memusatkan upaya pada evakuasi jenazah dan penyisiran mendetail di sembilan titik utama yang telah teridentifikasi berdasarkan koordinat reruntuhan.
 
Kepala Kantor SAR Kelas A Makassar sekaligus Koordinator Misi SAR (SMC), Muhammad Arif Anwar, menyatakan operasi hari ini mengutamakan pendekatan sistematis dan terukur. "Kami fokus pada area temuan awal, dari lokasi korban pertama, serpihan badan pesawat, hingga mesin dan sayap di sekitar air terjun," jelas Arif, Selasa (20/1).

Tim gabungan yang terbagi dalam sembilan unit pencarian (SRU) dikerahkan sesuai sektor dengan kompleksitas berbeda. 

SRU 1 hingga SRU 5 melakukan penyisiran mendalam di zona awal ditemukannya korban, serpihan jendela, mesin pertama, tangga kursi, serta barang pribadi penumpang. Sementara, SRU 6 mendalami lokasi ekor pesawat yang terperosok di kedalaman sekitar 200 meter.

Di sisi evakuasi, SRU 7 bertugas memindahkan korban ke titik kumpul di area persawahan Kampung Baru, dengan pengamanan jalur oleh SRU 8. Dukungan udara diberikan oleh SRU 9 menggunakan helikopter dari Lanud Hasanuddin untuk pemantauan wilayah pencarian dan pemetaan ulang medan.

Arif mengakui tantangan utama masih pada kondisi alam. “Medan curam dan cuaca ekstrem sangat mempengaruhi operasi. Namun, keselamatan personel tetap prioritas utama dalam setiap langkah,” tegasnya.

Operasi SAR yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, dan pemerintah daerah ini masih terus berlangsung. Perkembangan terkini akan disampaikan secara bertahap seiring peningkatan intensitas pencarian dan evakuasi. (LN/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya