Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Bandung Jadi Kota Favorit Bagi Tunawisma untuk Mengais Rezeki

Naviandri
15/1/2026 21:15
Bandung Jadi Kota Favorit Bagi Tunawisma untuk Mengais Rezeki
Tunawisma di jalanan Kota Bandung jumlahnya terus meningkat.(MI/Naviandri)

Kota Bandung, Jawa Barat, menjadi kota favorit bagi para tunawisma atau Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Terbukti, jumlah mereka terus bertambah setiap tahun. Pada 2024, jumlah tunawisma yang masuk dalam katagori PPKS tercatat sebanyak 847 orang dan pada 2025 jumlahnya melonjak mencapai 2.003. 

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung, Irvan Alamsyah, Kamis (15/01), menyatakan, melihat kondisi ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus menertibakan tunawisma, lalu dilakukan penanganan melalui rehabilitasi sosial agar jumlah mereka bisa terus ditekan dan tidak menjamur di jalanan Kota Bandung.

“Peningkatan jumlah tunawisma tersebut merupakan hasil penjangkauan yang dilakukan secara berkelanjutan sejak tahun sebelumnya. Sedangkan peningkatan jumlah itu hampir selalu terjadi pada waktu-waktu tertentu,” terang Irvan.

Menurut Irvan, peningkatan jumlah tunawisma itu biasanya terjadi menjelang Ramadan, Idulfitri dan Iduladha. Pada periode tersebut, Kota Bandung kerap menjadi tujuan pendatang baru dari luar daerah yang berharap memperoleh penghasilan atau kehidupan yang lebih baik.

“Biasanya memang ada lonjakan menjelang Ramadan dan hari besar keagamaan. Saat ini pun sudah mulai terlihat peningkatan karena kita sudah mendekati bulan Ramadan,” tandasnya.

Irvan menambahkan, sebagian besar PPKS yang terjaring berasal dari wilayah sekitar Bandung Raya, seperti Kabupaten Bandung, Bandung Barat dan Kota Cimahi. Namun, ada juga yang datang dari daerah lain di Pulau Jawa, bahkan dari luar pulau. “Ada juga dari beberapa daerah di Pulau Jawa, bahkan dari Sumatera. Kami pernah mengembalikan tunawisma hingga ke Tanah Datar, Sumatra Barat,” ungkapnya.

Fenomena tersebut kata Irvan, menunjukkan bahwa sebagian PPKS memang sengaja datang ke Kota Bandung dengan berbagai latar belakang dan alasan terutama untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Atas hal tersebut Dinsos Kota Bandung, terus memperkuat langkah penjangkauan, pendataan serta rehabilitasi sosial, termasuk pemulangan ke daerah asal bagi PPKS non-warga Kota Bandung.

“Sedangkan untuk tunawisma yang berasal dari Kota Bandung, kami lakukan pengecekan, meliputi administrasi kependudukan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta menilai kondisi sosial yang bersangkutan. Bagi tunawisma yang memang membutuhkan penanganan lebih lanjut, Dinsos melakukan intervensi lanjutan atau merujuk yang bersangkutan ke panti rehabilitasi sosial melalui koordinasi dengan Dinsos Provinsi Jabar,” paparnya.

REHABILITASI SOSIAL
Irvan melanjutkan, program rehabilitasi sosial terhadap tunawisma ini telah dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Pada tahun 2025, Dinsos merujuk sejumlah tunawisma, termasuk 'manusia gerobak' ke panti sosial. 

Mereka tidak hanya mendapatkan pembinaan, tetapi juga pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, peralatan kerja, bahkan difasilitasi tempat tinggal berupa kontrakan. Dengan tujuan agar mereka bisa mandiri dan tidak kembali ke kehidupan jalanan.

“Seluruh proses penanganan tunawisma dilakukan melalui mekanisme resmi Dinsos, lalu untuk penertiban dan penanganan melibatkan aparat wilayah, kepolisian, TNI, hingga instansi terkait lainnya. Hasilnya ada yang kami rujuk ke balai rehabilitasi, ada pula yang kami kembalikan ke daerah asal. Awal penanganan ini berdasarkan laporan dari wilayah,” sambungnya. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya