Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Cuaca Ekstrem, Bencana di Cianjur Akibatkan Ribuan Bangunan Rumah Warga Rusak

Benny Bastiandy
08/1/2026 16:41
Cuaca Ekstrem, Bencana di Cianjur Akibatkan Ribuan Bangunan Rumah Warga Rusak
Salah satu wilayah di Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur terendam banjir meluapnya aliran sungai beberapa waktu lalu.(MI/BENNY BASTIANDY)

RIBUAN rumah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, rusak akibat terdampak bencana hidrometeorologi sepanjang 2025. Berbagai kejadian bencana dipicu cuaca ekstrem akibat tingginya curah hujan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Wangwang Kuswaya, mengatakan sepanjang 2025 terjadi 243 kejadian akibat kondisi alam. Kejadiannya terdiri dari tanah longsor atau pergerakan tanah sebanyak 125 kali, cuaca ekstrem 69 kali, dan banjor 49 kali.

"Kejadian ini yang tercatat sejak Januari sampai Desember 2025," kata Wangwang, Kamis (8/1). 

Namun, sebut dia, dari peristiwa itu, yang dikategorikan bencana alam sebanyak 72 kejadian. Rinciannya, tanah longsor atau pergerakan tanah sebanyak 41 kali, cuaca ekstrem 19 kali, dan banjir 12 kejadian. 

"Dari hasil analisa dan kajian di lapangan, dari 243 kejadian akibat kondisi alam, yang dikategorikan bencana alam itu sebanyak 72 kejadian," terangnya.

Berbagai kejadian bencana mengakibatkan ribuan rumah warga rusak. Sementara ratusan rumah lain kondisinya terancam.

"Data hasil asesmen petugas kami di lapangan, rumah yang rusak akibat dampak bencana sebanyak 2.240 unit dan kondisi terancam sebanyak 108 unit," sebutnya. 

Bencana di Kabupaten Cianjur mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Sedangkan 3.875 kepala keluarga atau 12.953 jiwa terdampak.

"Sebagian di antara warga terdampak ada yang mengungsi," sebutnya.

Memasuki awal tahun, BPBD tetap waspada dan siap siaga. Sebab, curah hujan diprediksi masih cukup tinggi. 

"Kami juga meningkatkan upaya mitigasi. Misalnya dengan membersihkan saluran-saluran air, normalisasi aliran sungai, penanaman vegetasi berakar kuat, maupun pembangunan dinding penahan tebing," pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya