Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Produksi Padi Ditargetkan Hampir 12 Juta Ton, Kukuhkan Jawa Tengah sebagai Penyangga Pangan Nasional

Akhmad Safuan
08/1/2026 14:05
Produksi Padi Ditargetkan Hampir 12 Juta Ton, Kukuhkan Jawa Tengah sebagai Penyangga Pangan Nasional
Hamparan sawah di sepanjang jalur Semarang-Purwodadi, Kabupaten Grobogan yang menghijau dan mulai tumbuh butiran padi.(MI/Akhmad Safuan)

PROVINSI Jawa Tengah mengukuhkan sebagai penyangga pangan nasional. Produksi padi tahun 2026 pun ditargetkan naik 5,5% atau mencapai 11,36 juta ton gabah kering panen (GKP) hingga mampu menopang kebutuhan pangan secara nasional 15% hingga 16%.

Pemantauan Media Indonesia, Kamis (8/1) sejumlah daerah di Jawa Tengah mulai persiapan memasuki musim panen. Meskipun hujan masih mengguyur namun hamparan sawah di sejumlah daerah mulai tampak tumbuh butiran pagi, hingga diperkirakan panen raya segera berlangsung.

Sementara sebagian besar daerah lainnya seperti Grobogan, Demak, dan Blora juga telah selesai melaksanakan panen raya jagung dan telah memulai mengganti dengan tahanan padi juga akan menyusul panenan berikutnya. 

"Panen tinggal menunggu waktu saja, semoga kondisi cuaca segera membaik hingga tidak sampai kebanjiran," ujar Nur Chabib, petani di Mintreng, Demak.

Hal serupa juga diungkapkan Sutardi, petani di Batang, bahwa hujan yang terus mengguyur sejak November lalu menjadikan petani dapat memulai musim tanam dengan cepat, sehingga tahanan padi cepat tumbuh subur. Dalam waktu dekat atau sebelum Lebaran Idul Fitri dapat memulai musim panen.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares mengatakan. produksi padi di provinsi ini terus meningkat. Pada tahun 2026 target ini meningkat 5,5% atau sekitar 11,36 juta ton gabah kering panen atau setara 9,38 juta ton gabah kering giling.

Dengan hasil panen yang berlimpah ini, sambungnya, maka Jawa Tengah kukuh menjadi penyangga pangan nasional karena mampu memenuhi 15% hingga 16 % kebutuhan pangan nasional, apalagi surplus pangan lainnya juga terjadi seperti jagung, cabai, bawang, tebu, kelapa, kopi, kakao dan kedelai. 

"Kita bahkan menargetkan tahun ini, jumlah panen padi di Jawa Tengah akan lebih besar lagi hingga mencapai 12 juta ton gabah kering panen maha dapat melampaui Jawa Barat dan Jawa Timur," ujar Defransisco Dasilva Tavares.

Meskipun demikian, menurut Defransisco Dasilva Tavares, khusus untuk kedelai di Jawa Tengah tidak mencapai surplus, karena merupakan komoditas yang tidak mudah dikembangkan dan memerlukan kondisi khusus seperti tidak terlalu banyak air, tapi juga tidak boleh kekurangan air. "Petani yang belum pengalaman, tetap harus ada pendampingan," tambahnya. (AS/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya