Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIVITAS vulkanik Gunung Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga akhir Desember 2025 masih berada pada Level II (Waspada).
Hal tersebut berdasarkan hasil evaluasi Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk periode pengamatan 16-31 Desember 2025.
“Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental secara menyeluruh, tingkat aktivitas Gunung Ili Lewotolok hingga akhir Desember 2025 masih berada pada Level II atau Waspada,” ujar Lana Saria dalam keterangan resminya, Senin (5/1).
Dalam laporan evaluasi tersebut, Lana Saria menyebutkan secara visual gunung api teramati jelas hingga tertutup kabut.
Asap kawah berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis sampai sedang terlihat setinggi 10-100 meter dari puncak. Pada periode tersebut juga terjadi erupsi dengan tinggi kolom berkisar 100-200 meter dari puncak.
Cuaca di sekitar gunung api bervariasi dari cerah hingga hujan dengan suhu udara antara 23-31 derajat Celsius. Angin bertiup lemah hingga sedang dengan arah dominan ke barat dan barat laut. Selain itu, teramati guguran material, meski jarak dan arah luncurannya tidak terpantau secara visual.
Berdasarkan pengamatan instrumental, aktivitas kegempaan masih didominasi oleh gempa hembusan dengan jumlah mencapai 1.340 kejadian. Selain itu, tercatat satu kali gempa erupsi, satu kali gempa guguran, dua kali gempa hybrid, lima kali gempa vulkanik dangkal, 27 kali gempa vulkanik dalam, 12 kali gempa tektonik lokal, serta 2.425 kali gempa tektonik jauh.
Energi seismik yang diestimasi melalui metode Real-time Seismic Amplitude Measurements (RSAM) menunjukkan nilai yang masih berfluktuasi namun relatif rendah. Meski demikian, pada pekan terakhir Desember 2025 terjadi peningkatan energi seismik seiring bertambahnya jumlah gempa hembusan dan gempa tektonik jauh.
Sementara itu, hasil pengamatan deformasi melalui pengukuran EDM dan GPS menunjukkan tidak adanya perubahan deformasi yang signifikan pada tubuh Gunung Ili Lewotolok, baik berupa inflasi maupun deflasi.
Badan Geologi mencatat bahwa aktivitas hembusan dan erupsi pada periode evaluasi mengalami penurunan. Lontaran material pijar yang sebelumnya sempat mencapai jarak hingga 1.500 meter ke arah utara dan timur–timur laut, pada periode ini tidak lagi teramati.
Berdasarkan hasil analisis menyeluruh, Badan Geologi merekomendasikan agar tingkat aktivitas Gunung Lewotolok tetap berada pada Level II (Waspada). Masyarakat dan pengunjung diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung api.
Selain itu, masyarakat di Desa Lamatokan, Jontona, Todonara, dan Amakaka diminta untuk mewaspadai potensi bahaya guguran lava, awan panas, serta lahar, terutama pada sektor selatan, tenggara, dan barat hingga jarak 2,5 kilometer dari kawah puncak.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak panik jika mendengar suara gemuruh atau dentuman dari kawah, karena hal tersebut merupakan bagian dari aktivitas erupsi gunung api. Untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik, warga disarankan menggunakan masker dan pelindung diri lainnya.
Pemerintah daerah dan BPBD Kabupaten Lembata diminta untuk terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, serta dengan PVMBG Badan Geologi. Masyarakat juga diingatkan untuk selalu mengikuti informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh oleh isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. (H-2)
Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita.
Aktivitas erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 36,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Lembata membutuhkan investasi yang ramah lingkungan, meskipun beberapa sektor strategis kerap mendapat penolakan dari sebagian masyarakat.
DINAS Kesehatan Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, bersama Puskesmas Lewoleba melakukan tindakan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Lewoleba Barat, Selasa (18/11).
SENJA baru saja turun di Taman Kota Lewoleba, Ibu Kota Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/11), ketika satu per satu obor mulai menyala.
Dari hasil pemantauan, 70 hektare lahan pertanian terdampak, 6 rumah mengalami kerusakan, 65 rumah berada dalam kondisi terancam
"Berdasarkan pemantauan secara instrumental dan visual, hari ini menunjukkan penurunan. Namun, tidak menutup kemungkinan masih akan terjadi lagi awan panas,"
Gunung Marapi di Sumatra Barat erupsi, Sabtu (20/9). Gunung itu mengeluarkan kolom abu setinggi 1.000 meter dan berstatus waspada.
Meski aktivitas kegempaan meningkat, status Gunung Ile Werung masih ditetapkan pada Level I atau normal.
Letusan itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 27,1 mm dan durasi sekitar 38 detik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved