Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PUSAT Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat aktivitas kegempaan Gunung Lewotolok sebanyak 64 kali pada Sabtu (27/4) mulai pukul 06.00-12.00 Wita.
Gempa hembusan dengan amplitudo 1.6-22.1 milimeter, dan lama gempa 27-172 detik. Gunung Lewotolok terletak di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Selama kurun waktu tersebut, gunung setinggi 1.423 meter di atas permukaan laut ini terlihat jelas hingga tertutup kabut.
Baca juga : Gunung Lewotolok Erupsi 9 Kali
"Teramati juga asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 25-100 meter dari puncak. Cuaca cerah, angin lemah hingga sedang ke arah barat dan barat laut," tulis Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel.
Berbeda dengan Gunung Lewotobi Laki-Laki yang terletak di Kecamatan Wulanggitang,Kabupaten Flores Timur tercatat dua kali erupsi dan 80 kali gempa hembusan ada pukul 00.00-06.00 Wita.
Sesuai laporan petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki, Syawaludin, dua kali erupsi tercatat dengan amplitudo 24-27.2 mm, dan lama gempa 42-53 detik, sedangkan gempa hembusan dengan amplitudo 1.7-21.8 mm, dan lama gempa 23-137 detik.
Baca juga : 1.439 Gempa Vulkanik Dalam Terjadi Selama Erupsi Gunung Ruang
Selain itu, satu kali tremor non-harmonik satu kali gempa vulkanik dangkal, satu kali gempa Vulkanik dalam, dan satu kali gempa tektonik jauh.
"Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 5-300 meter dari puncak. Cuaca cerah, angin lemah ke arah barat dan barat laut," tulis Syawaludin.
Terkait meningkatnya aktivitas Pemerintah Kabupaten Lembata dan Kabupaten Flores Timur belum mencabut larangan kepada warga dan wisatawan beraktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat erupsi.
Larangan itu bertujuan mengantisipasi ancaman bahaya dari guguran atau longsoran lava dan awan panas. Untuk masyarakat di kaki gunung Lewotolok seperti Desa Lamatokan dan Jontona diingatkan selalu waspada.
Begitu juga masyarakat yang bermukim di kaki Gunung Lewotobi Laki-Laki diingatkan mewaspadai potensi banjir lahar pada sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung tersebut terutama saat turun hujan dengan intensitas tinggi. (PO/Z-7)
BADAN Geologi mengungkapkan bahwa bencana tanah longsor Bandung Barat tepatnya di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten bukan semata-mata akibat alih fungsi lahan.
Gunung Semeru kembali erupsi pada Minggu (21/12/2025) pagi dengan tinggi kolom abu 1.200 meter.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan terjadinya awan panas guguran atau wedus gembel di Gunung Merapi, Minggu (9/11).
SELAIN Sesar Lembang, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, (Jabar) adanya sumber gempa lain.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan kenaikan status Gunung Lewotobi Laki-Laki dari level III Siaga menjadi Level IV Awas sejak pukul 03.00 WITA, Kamis (13/2).
Gunung Semeru yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami lima kali erupsi, pada Selasa (12/11) pagi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi gempa bumi bermagnitudo 5,9 yang terjadi di wilayah Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Sabtu (7/2) pagi waktu setempat.
Gempa tektonik magnitudo 2,9 mengguncang Kota Bandung pada 6 Februari 2026. BMKG memberikan imbauan untuk kesiapsiagaan bencana dan pentingnya mitigasi serta edukasi gempa.
Secara rinci, BPBD menjelaskan tercatat rumah rusak di 7 titik, tempat ibadah 2 titik, fasilitas pemerintah 1 titik, fasilitas pendidikan 2 titik dan fasilitas kesehatan 3 titik.
SEJUMLAH rumah dilaporkan mengalami kerusakan usai gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang wilayah Bantul, Yogyakarta, Selasa (27/1) kemarin.
BMKG memastikan rangkaian gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa maupun gempa susulan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan pusat gempa berada di darat, sekitar 16 kilometer timur Bantul, dengan kedalaman 11 kilometer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved