Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Ketika Banjir Menghentikan Aktivitas, Solidaritas Menjadi Penyangga Ekonomi Lokal

Ihfa Firdausya
05/1/2026 20:10
Ketika Banjir Menghentikan Aktivitas, Solidaritas Menjadi Penyangga Ekonomi Lokal
Bantuan bagi korban bencana Sumatra.(Dok Bluebird)

BANJIR yang melanda Medan dan Padang beberapa waktu lalu tidak hanya menyisakan dampak sosial, tetapi juga tekanan ekonomi yang nyata. Aktivitas usaha terhenti, mobilitas terganggu, dan pendapatan harian banyak keluarga menurun. Dalam situasi seperti ini, pemulihan ekonomi kerap dimulai dari hal paling mendasar: kemampuan masyarakat untuk kembali bergerak dan bekerja.

Bagi sektor transportasi dan layanan publik, banjir menjadi ujian ketahanan operasional sekaligus ketahanan sumber daya manusia. Pengemudi dan karyawan yang menggantungkan hidup pada aktivitas harian merasakan dampak langsung ketika akses jalan terputus dan permintaan layanan menurun. Tekanan ini berpotensi menimbulkan efek lanjutan jika tidak segera direspons, terutama bagi kelompok yang mengandalkan penghasilan harian.

Dalam konteks tersebut, pendekatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) memainkan peran penting sebagai bantalan ekonomi mikro. Melalui program Bluebird Peduli, Bluebird Group menyalurkan bantuan kepada karyawan, mitra pengemudi, serta masyarakat terdampak banjir di Medan dan Padang, dengan total nilai bantuan lebih dari Rp300 juta.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Andre Djokosoetono, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam situasi darurat merupakan bagian dari tanggung jawab sosial yang melekat pada operasional bisnis. “Sebagai perusahaan yang tumbuh dan beroperasi di tengah masyarakat, kami merasa penting untuk mengambil peran aktif saat kondisi darurat terjadi. Bluebird Peduli merupakan wujud komitmen kami untuk hadir bersama masyarakat dan keluarga besar Bluebird, termasuk di saat menghadapi situasi sulit,” ujarnya.

Bantuan tersebut difokuskan pada kelompok yang terdampak langsung, termasuk lebih dari 90 pengemudi dan karyawan. Dukungan diberikan dalam bentuk sembako dan bantuan tunai untuk membantu memenuhi kebutuhan harian selama aktivitas kerja terganggu. Dari perspektif ekonomi, langkah ini berfungsi sebagai penyangga sementara agar tekanan pendapatan tidak berkembang menjadi kerentanan jangka panjang.

Selain menjangkau internal perusahaan, bantuan juga disalurkan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional. Pakaian layak pakai dan bantuan tunai dihimpun serta didistribusikan melalui berbagai titik, termasuk pool operasional di Medan dan Padang. Infrastruktur bisnis yang biasanya berfungsi sebagai pusat aktivitas kerja, dalam kondisi darurat bertransformasi menjadi simpul distribusi bantuan sosial.

Partisipasi pelanggan turut memperluas jangkauan inisiatif ini. Melalui aplikasi MyBluebird, pelanggan dapat menyalurkan donasi dengan menukarkan EZPoint yang dimiliki. Donasi tersebut disalurkan melalui kerja sama dengan lembaga kemanusiaan, sehingga memungkinkan bantuan menjangkau wilayah terdampak yang lebih luas, termasuk hingga ke Aceh. Model ini memperlihatkan bagaimana teknologi dan loyalitas pelanggan dapat diintegrasikan dalam upaya pemulihan ekonomi berbasis komunitas.

Dari sudut pandang ekonomi berkelanjutan, inisiatif semacam ini berkontribusi pada pemulihan yang lebih inklusif. Ketika pengemudi dapat kembali bekerja lebih cepat dan masyarakat memperoleh dukungan awal, roda ekonomi lokal memiliki peluang untuk bergerak kembali tanpa jeda yang terlalu panjang. Dampaknya mungkin tidak langsung tercermin dalam indikator makro, namun signifikan dalam menjaga daya tahan ekonomi keluarga dan usaha kecil.

Banjir menjadi pengingat akan kerentanan infrastruktur dan ekonomi kota-kota besar di Indonesia. Namun, ia juga membuka ruang refleksi tentang peran dunia usaha dalam menghadapi krisis. CSR tidak lagi sekadar kewajiban, melainkan bagian dari strategi keberlanjutan yang menyatu dengan ekosistem bisnis. (E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya