Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Hari Terakhir Libur Tahun Baru 5.000 ASN Dan PPPK Di Pidie Goyang Royong Bersihkan Lumpur Banjir

Amiruddin Abdullah Reubee
05/1/2026 12:14
Hari Terakhir Libur Tahun Baru 5.000 ASN Dan PPPK Di Pidie Goyang Royong Bersihkan Lumpur Banjir
ASN dan PPK Pemkab Pidie bergotong goyang Membersihkan lumpur banjir di Rumah Warga.(MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE)

SUDAH sebulan lebih korban banjir bandang Sumatra masih dikepung sedimentasi lumpur tebal di berbagai kawasan sudut permukiman. Mereka saban hari masih harus bergelut dan berlumuran lumpur pekat yang memenuhi dalam rumah, masjid gedung sekolah hingga berbagsi pekarangan sekitarnya. 

Guna meringankan beban para korban bencana itu, di hari libur terakhir tahun baru 2026, Minggu (4/1), ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Pidie dikerahkan ke lokasi terdampak. Tujuannya adalah membantu membersihkan lumpur yang memenuhi rumah-rumah warga, Masjid, badan jalan dan fasilitas umum lainnya. 

Hal itu sesuai surat Perintah Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, Nomor 400.9.10.2/5198/2025, tentang pelaksanaan gotong royong massal. Aksi sosial peduli sesama itu di pimpin langsung oleh Bupati Sarjani Abdullah dan Wakil Bupati Alzaizi. 

Amatan Media Indonesia, Minggu (4/1), sekitar 5.000 ASN dan PPPK itu menyebar ke tiga lokasi banjir yang hinga sekarang masih penuh lumpur. Masing-masing adalah Kecamatan Kembang Tanjung, Mutiara dan Kecamatan Mutiara Timur. 

Adapun pembersihan dilakukan secara manual yaitu menggunakan cangkul, skrup, dan diangkut dengan gerobak sorong. Sasaran pembersihan utama adalah pekarangan rumah, masjid, saluran pinggir jalan dan badan jalan desa. 

"Bagian dalam rumah kadang sudah dibersihkan sendiri oleh pemiliknya. Kami lebih banyak membersihkan pekarangan, selokan dan bada jalan," tutur Drh Teungku H Fadli, kepala Dinas Syariat Islam, Kabupaten Pidie.

Dikatakan Fadli, sesuai harapan bupati dan wakil bupati, rumah-rumah yang terendam itu segera bersih dari endapan lumpur. Karena itu personel ASN dan PPPK jangan menonton kondisi masyarakat yang selama ini cukup menderita. 

Meski sulit membersihkan secara sempurna, tapi paling kurang para korban yang rumahnya masih utuh bisa segera menempati kembali. Apalagi mereka yang memiki anak-anak pelajar yang mengakhiri musim libur smester sekolah. 

"Bupati dan wakil bupati saja membagi waktu turun ke lokasi. Insya Allah penderitaan korban terdampak banjir segera berakhir" tutur Teungku Fadli. (H-1) 

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik