Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Melahirkan di Rutan Perempuan Surabaya, Warga Binaan Meninggal dan Tinggalkan Bayi Berusia 2 Minggu

Heri Susetyo
31/12/2025 21:18
Melahirkan di Rutan Perempuan Surabaya, Warga Binaan Meninggal dan Tinggalkan Bayi Berusia 2 Minggu
Melahirkan di Rutan Perempuan Surabaya, Warga Binaan Meninggal Dunia dan Tinggalkan Bayi Berusia 2 Minggu.(Dok. MI)

BAYI yang baru berusia dua minggu kehilangan ibunya PDA, 39, seorang warga binaan Rumah Tahanan atau Rutan Perempuan Surabaya di Kecamatan Porong, Sidoarjo yang meninggal dunia akibat sakit. 

IG yang ditinggal ibunya, akhirnya dirawat A,37, adik dari almarhumah PDA. Kakak beradik itu sama-sama menjadi warga binaan Rutan Perempuan Surabaya karena kasus penipuan. 

Mereka adalah warga Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik. Sementara suami dari almarhumah PDA masih buronan juga terkait kasus tersebut. 

PDA masuk ke Rutan Perempuan Surabaya dalam keadaan sudah hamil. Dua minggu lalu lahirlah IG, bayi laki-laki yang lucu di rutan tersebut. Namun sepuluh hari setelah melahirkan, ibu bayi malang itu meninggal dunia. 

"Almarhumah meninggal dua hari lalu," kata Kepala Rutan Perempuan Surabaya Yuyun Nurliana, Rabu (31/12). 

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial akhirnya berupaya untuk merawat bayi malang ini. Pemerintah memastikan pemenuhan kebutuhan kesehatan dan pengasuhan bayi selama proses pemindahan. Penyerahan bayi ke Dinas Sosial di Rutan Perempuan Surabaya pada Rabu (31/12) disaksikan Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana. 

"Hari ini pemerintah kabupaten menerima penyerahan bayi, yang kebetulan ibunya melahirkan di rutan dan dua hari lalu kemudian meninggal. Penyerahan ini dilakukan agar bayi bisa mendapatkan pelayanan yang lebih baik daripada berada di rutan," kata Mimik Idayana, di sela-sela penyerahan bayi di rutan. 

Pada kesempatan itu Mimik yang berkesempatan berdialog dengan adik almarhumah, juga berinisiatif merawat tiga anak A. Ternyata diketahui, A yang juga mendekam di Rutan Perempuan Surabaya memiliki tiga anak yang dititipkan ke saudaranya. 

Namun karena kondisi yang serba terbatas, ketiga bocah tersebut tidak sekolah. Mereka hanya tinggal di tempat kos dalam kondisi memprihatinkan. 

"Ada tiga anak yang ibunya napi dan sudah menyetujui untuk saya asuh. Anak-anak ini rencananya akan saya tempatkan di Yayasan Ponpes Arrohman-Arrohim di Candi Sidoarjo, supaya mereka mendapat perhatian dan pendidikan yang layak," kata Mimik. 

Kepala UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita Sidoarjo, Sri Mariyani, mengatakan, pihaknya siap memberikan pendampingan. Pendampingan dilakukan mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, kesehatan, hingga terapi anak.

"Kami melindungi anak-anak balita terlantar hingga usia lima tahun. Untuk bayi dari lapas, kami siap memenuhi kebutuhan mulai makanan, terapi, hingga kesehatan," kata Sri.

Kepala Rutan Perempuan Surabaya Yuyun Nurliana menyambut baik dukungan Pemkab Sidoarjo dan Dinas Sosial. Menurut Yuyun, rutan tidak memiliki fasilitas memadai untuk mengasuh bayi apabila ibunya berhalangan.

"Alhamdulillah Ibu Wakil Bupati hadir menyaksikan serah terima ini. Karena di rutan tidak ada fasilitas untuk mengasuh bayi terlebih jika ibunya meninggal. Kerja sama dengan Dinas Sosial sangat membantu," kata Yuyun.

Dengan penyerahan bayi dan tiga anak lain tersebut, diharapkan mereka mendapatkan lingkungan yang lebih aman serta masa depan pendidikan yang lebih terjamin. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik