Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Terdampar 15 Hari di Hutan Pinus Aceh, Penderes Asal Jateng Akhirnya Dipulangkan

Haryanto Mega
30/12/2025 14:17
Terdampar 15 Hari di Hutan Pinus Aceh, Penderes Asal Jateng Akhirnya Dipulangkan
SEBANYAK 18 warga Jawa Tengah yang sempat terjebak banjir bandang dan longsor di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, akhirnya dipulangkan ke daerah asal.(MI/Haryanto Mega)

SEBANYAK 18 warga Jawa Tengah yang sempat terjebak banjir bandang dan longsor di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, akhirnya dipulangkan ke daerah asal. Mereka tiba di Jakarta menggunakan pesawat Hercules TNI AU pada Senin (29/12), sebelum melanjutkan perjalanan darat ke kampung halaman masing-masing.

Salah satu korban, Sarto, penderes getah pinus asal Kabupaten Cilacap, mengungkapkan bahwa dirinya bersama enam rekan lainnya terdampar selama 15 hari di tengah hutan pinus saat bencana terjadi. Ketika itu, mereka sedang bekerja menderes getah pinus di kawasan hutan Linge.

“Jalan keluar tertutup longsor, tempat tinggal rusak, dan makanan sangat terbatas. Alhamdulillah sekarang sudah bisa pulang,” ujar Sarto setibanya di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Ia menjelaskan, seluruh akses keluar dari lokasi kerja tertutup akibat banjir bandang dan longsor. Dengan sisa logistik yang ada, mereka bertahan sebelum akhirnya memutuskan berjalan kaki menembus medan terjal dan longsoran tanah menuju lokasi pengungsian.

“Kami berjalan berkilo-kilo meter dengan jalur naik turun yang sangat berbahaya. Selama delapan tahun bekerja di sana, ini kejadian paling berat,” katanya.

Namun kondisi di pengungsian juga belum sepenuhnya aman. Terbatasnya akses membuat distribusi bantuan logistik tersendat, sehingga kebutuhan makanan masih minim.

Penderes lainnya, Sarna Parjono, mengaku masih merasakan trauma meski bersyukur bisa selamat. “Tidak menyangka bencana sebesar ini bisa terjadi,” ujarnya.

Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, Sarido, menyebutkan bahwa 18 warga tersebut terdiri dari 16 orang asal Cilacap, serta masing-masing satu orang dari Brebes dan Pemalang. Seluruhnya dipastikan dalam kondisi sehat.

“Pemerintah terus berkoordinasi dengan BPBD Aceh untuk memastikan tidak ada lagi warga Jawa Tengah yang tertinggal,” kata Sarido.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk melindungi warganya di mana pun berada, termasuk mereka yang terdampak bencana alam.

“Kami membantu mulai dari pemulangan hingga fasilitasi pemulihan agar mereka bisa kembali beraktivitas,” tegasnya. (HT/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya