Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Labuan Bajo Darurat Keselamatan: Kapal Wisata Sering Kecelakaan, Pemerhati Minta Tindakan Tegas

Marianus Marselus
28/12/2025 12:24
Labuan Bajo Darurat Keselamatan: Kapal Wisata Sering Kecelakaan, Pemerhati Minta Tindakan Tegas
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian empat WN Spanyol yang hilang setelah Kapal Wisata KM Putri Sakinah tengelam di perairan TN Komodo, Minggu (28/12/2025).(MI/Marianus Marselus)

KECELAKAAN kapal wisata di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menjadi sorotan publik. Insiden yang terjadi berulang kali ini dinilai mengancam keselamatan wisatawan serta mencoreng citra Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas.

Pemerhati pariwisata NTT, Florianus Suryon, menyampaikan keprihatinannya atas maraknya kecelakaan kapal wisata yang dinilai belum ditangani secara serius oleh pemerintah dan pihak terkait.

Ia menegaskan bahwa keselamatan wisatawan seharusnya menjadi prioritas utama dalam pengelolaan pariwisata Labuan Bajo.

“Kecelakaan kapal wisata ini bukan kejadian tunggal. Sudah sering terjadi, namun seperti tidak ada evaluasi menyeluruh. Pemerintah harus bersikap tegas sebelum jatuh korban yang lebih besar,” ujar Florianus, Minggu (28/12).

Menurut Florianus, banyak kapal wisata yang beroperasi diduga tidak memenuhi standar keselamatan pelayaran. Mulai dari kelayakan kapal, ketersediaan alat keselamatan, hingga kompetensi awak kapal yang belum sepenuhnya diawasi secara ketat.

Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan dari instansi berwenang, baik dari sisi perizinan kapal wisata maupun pengawasan operasional di lapangan. Kondisi cuaca yang tidak menentu, kata Florianus, sering diabaikan demi mengejar keuntungan ekonomi.

“Jangan karena Labuan Bajo sedang ramai wisatawan lalu semua kapal dipaksakan berlayar. Ini soal nyawa manusia, bukan sekadar bisnis,” tegasnya.

Florianus mendesak pemerintah daerah, KSOP, Dinas Perhubungan, serta Kementerian Pariwisata untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh kapal wisata yang beroperasi di Labuan Bajo. Ia juga meminta adanya sanksi tegas bagi operator kapal yang melanggar aturan keselamatan.

Jika persoalan ini terus dibiarkan, Florianus khawatir kepercayaan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, akan menurun. Hal tersebut dapat berdampak buruk pada keberlanjutan pariwisata Labuan Bajo dalam jangka panjang.

“Labuan Bajo adalah wajah pariwisata Indonesia di mata dunia. Jangan sampai rusak hanya karena kelalaian dan pembiaran,” pungkasnya.

Sepanjang 2024 hingga akhir Desember 2025, tercatat sedikitnya 15 kecelakaan kapal wisata terjadi di perairan Labuan Bajo dan sekitarnya. Insiden umumnya disebabkan cuaca ekstrem, gelombang tinggi, serta gangguan teknis kapal.

Pada tahun 2024 saja, lebih dari 8 insiden besar terjadi, bahkan hingga pertengahan tahun sudah tercatat 7 kecelakaan kapal. Memasuki 2025, Kepolisian Manggarai Barat mencatat lima kejadian dalam periode Januari hingga Juli.

Insiden terbaru terjadi Jumat malam, 26 Desember 2025. Kapal wisata KM Putri Sakinah tenggelam di perairan Pulau Padar setelah mengalami mati mesin di tengah gelombang setinggi dua hingga tiga meter. 

Tujuh orang berhasil diselamatkan, sementara empat wisatawan asal Spanyol hingga kini masih dalam pencarian. (MM/E-4) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya