Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERADAAN Kapal Motor (KM) Putri Sakinah yang tenggelam, Jumat (26/12) malam, di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai terungkap. Pada hari kedua pencarian, tim SAR gabungan menemukan sejumlah barang dan serpihan badan kapal, termasuk tabung gas serta bagian kamar nahkoda.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), mengatakan pencarian dilakukan sejak pagi hingga pukul 18.00 Wita, dengan menyisir perairan utara Pulau Padar.
“Tim SAR Gabungan yang menggunakan Kapal RIB Pos SAR Manggarai Barat, Sea Rider KSOP Labuan Bajo, RIB Lanal Maumere, RIB Ditpolair Polda NTT, serta Kapal KPC Ditpolair Polda NTT melakukan penyisiran intensif di sekitar lokasi kejadian,” ujar Fathur Rahman, Sabtu (27/12).
Dalam operasi tersebut, pada pukul 09.45 Wita tim menemukan tabung gas yang diyakini berasal dari KM Putri Sakinah. Selanjutnya, pukul 09.57 Wita ditemukan serpihan atau puing badan kapal.
Pencarian kembali membuahkan hasil pada pukul 12.35 Wita setelah tim menemukan bagian badan kapal berupa kamar nahkoda. “Seluruh barang dan serpihan kapal yang ditemukan berada dalam radius kurang dari lima nautical mile dari lokasi tenggelamnya kapal,” jelasnya.
Meski sejumlah petunjuk telah ditemukan, hingga hari kedua pencarian, empat WNA asal Spanyol korban kapal tenggelam itu belum berhasil ditemukan. Keempat korban tersebut merupakan satu keluarga, yakni Martin Carreras Fernando, Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, dan Martines Ortuno Enriquejavier.
Proses pencarian menghadapi sejumlah kendala, antara lain gelombang laut setinggi 0,25 hingga 1,5 meter, arus laut yang cukup kuat, serta hujan lebat yang mengurangi jarak pandang. Namun demikian, Tim SAR Gabungan tetap melanjutkan upaya pencarian. “Operasi SAR akan dilanjutkan pada hari ketiga dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada,” tegas Fathur Rahman.
Berdasarkan hasil pengecekan ulang data manifest penumpang, total WNA Spanyol dalam peristiwa ini berjumlah enam orang yang merupakan satu keluarga. Dua orang dinyatakan selamat, yakni Ortuno Andrea dan Mar Martinez Ortuno.
Sementara itu, korban selamat lainnya yang merupakan empat kru dan seorang pemandu wisata KM Putri Sakinah adalah Lukman (kapten), Muhamad Rifai, Muhamad Alif Latifa, dan Rahimullah (ABK), serta Valdus selaku pemandu wisata. (M-1)
KANTOR Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menutup total pelayaran wisata ke perairan Taman Nasional Komodo akibat cuaca ekstrem.
Polda NTT mengambil langkah responsif dan tegas dalam menangani tragedi tenggelamnya kapal wisata semiphinisi KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo.
Selain melakukan pengawasan, petugas kepolisian juga aktif memberikan edukasi keselamatan kepada calon penumpang sebelum naik kapal.
OPERASI pencarian dan pertolongan (SAR) korban tenggelamnya KM Putri Sakinah telah resmi ditutup. Namun, sejumlah perwakilan keluarga korban memilih tetap bertahan di Labuan Bajo, NTT
KANTOR Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo resmi membuka kembali pelayaran wisata menuju kawasan Taman Nasional Komodo mulai Jumat, 9 Januari 2026.
Saat ini sekitar 90% wisatawan yang datang ke Labuan Bajo melakukan aktivitas di laut, mulai dari menyelam, snorkeling, hingga wisata bahari lainnya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved