Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Arus Kendaraan di Pantura Meningkat, Pemudik Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem

Akhmad Safuan
21/12/2025 15:13
Arus Kendaraan di Pantura Meningkat, Pemudik Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
Ilustrasi .(Antara)

MASYARAKAT yang melakukan perjalanan mudik dan wisata selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Jawa Tengah diminta untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem. Imbauan ini menyusul mulai meningkatnya arus kendaraan di sejumlah jalur utama di tengah guyuran hujan.

Berdasarkan pemantauan Media Indonesia, Minggu (21/12) sore, volume kendaraan yang masuk ke Jawa Tengah dari arah timur (Jawa Timur) maupun barat (Jawa Barat) mulai mengalami peningkatan. Meski belum terjadi lonjakan drastis, kepadatan arus lalu lintas di ruas Tol Trans Jawa maupun Jalur Pantura kian terasa dibandingkan hari biasanya.

Kondisi tersebut diperumit dengan guyuran hujan intensitas ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah Jawa Tengah sejak siang hari. Hal ini menyebabkan jarak pandang pengemudi terganggu dan memaksa mereka mengurangi kecepatan.

"Hujan lebat tadi sejak memasuki Pemalang. Saya memilih keluar dari tol karena jarak pandang berkurang," ujar Yuki, 45, pemudik asal Bekasi dengan tujuan Solo, Minggu (21/12).

Keluhan senada disampaikan Andik, 35, warga Tangerang yang tengah menuju Kudus. Saat ditemui di Gringsing, Kabupaten Batang, ia menuturkan bahwa perjalanan sejak pagi relatif lancar, namun kendala muncul saat memasuki wilayah Pekalongan akibat hujan lebat.

"Tadi kepadatan terasa di Tol Dalam Kota dan Cikampek. Masuk Tol Cipali lancar, meskipun ada peningkatan jumlah kendaraan dibandingkan hari biasa saat melintas masuk Jawa Tengah," tambahnya.

Kesiagaan Personel
Kapolres Pekalongan, AKB Rachmad C Yusuf, mengonfirmasi adanya kenaikan volume kendaraan, khususnya kendaraan pribadi dan bus angkutan umum dari arah barat. Untuk mengantisipasi kemacetan dan gangguan keamanan, pihaknya telah menyiagakan ratusan personel di titik-titik rawan.

"Kita telah turunkan ratusan petugas untuk mengantisipasi gangguan di sejumlah titik dan dirikan tiga Pos Pengamanan (Pospam), yakni di Bojong, Rest Area Tol, dan Kedungwuni," ujar Rachmad.

Kepolisian juga telah memetakan titik strategis untuk memastikan kelancaran aktivitas masyarakat. Rachmad menambahkan, sesuai kebijakan pemerintah pusat, akan diberlakukan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang berat menjelang puncak arus Nataru.

Hujan Lebat
Di sisi lain, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan petir diperkirakan akan berlangsung hingga Januari mendatang.

Koordinator Observasi dan Informasi Stasiun BMKG Maritim Tanjung Emas, Ganis Erutjahjo, meminta masyarakat, terutama yang mengunjungi daerah wisata alam, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana.

"Potensi hujan ringan-sedang hingga beberapa hari ke depan merata akan terjadi di berbagai wilayah. Pengamatan dari BMKG memprediksi fenomena cuaca ekstrem masih berlangsung di sejumlah daerah," kata Ganis, Minggu (21/12).

BMKG mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca terkini, terutama saat berada di wilayah rawan seperti aliran sungai dan perbukitan. Fenomena ini diperkirakan berlanjut hingga awal tahun 2026.

"Demi keamanan dan kenyamanan, tingkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca. Perlu diperhatikan serius bagi warga sedang berlibur atau berada di wilayah yang rawan terjadi banjir atau longsor," tuturnya. (AS/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik