Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Nelayan Diminta tidak Memaksakan Diri Melaut

Yurike Budiman
18/12/2025 14:35
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Nelayan Diminta tidak Memaksakan Diri Melaut
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri (tengah) saat memberikan keterangan pers di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Kamis (18/12) .(Metrotvnews/Yurike Budiman)

KAPOLDA Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengimbau para nelayan di pesisir Jakarta dan Kepulauan Seribu untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga akhir Desember 2025. Di tengah momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), faktor keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama.

"Saya sampaikan kepada para nelayan, agar para nelayan dengan kondisi saat ini, situasi cuaca yang kadang-kadang tidak menentu, kadang-kadang juga ada cuaca buruk, agar tidak memaksakan untuk berlayar ke laut," tegas Asep usai memimpin Apel bersama 1.000 Nelayan di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Kamis (18/12).

Asep menekankan bahwa kepolisian melalui Polres Kepulauan Seribu dan Ditpolairud telah menyiagakan personel dan program bantuan cepat. Ia meminta nelayan tidak ragu berkomunikasi dengan aparat jika terjebak situasi bahaya di perairan.

"Apabila pada saat harus melaut juga, kalau memang itu kondisinya perubahan cuaca di tengah laut, segera laporkan kepada kita untuk kita memberikan bantuan secepatnya," imbuhnya.

Inovasi Layanan 'Jaga Laut Jakarta' 
Guna mempercepat respons laporan di tengah laut, Satpolairud Polres Kepulauan Seribu meluncurkan program layanan digital bernama Jaga Laut Jakarta. Inovasi ini menggunakan sistem pemindaian kode batang (barcode) yang ditempelkan di titik-titik strategis.

Kasat Polairud Polres Kepulauan Seribu AK Muhammad Aldi, menjelaskan bahwa pemasangan stiker ber-barcode dilakukan di kapal-kapal nelayan hingga dermaga penyeberangan untuk memangkas birokrasi pelaporan.

"Kita membagikan selebaran sticker, banner yang kita pasang di dermaga-dermaga, kalau stiker kita pasang di kapal nelayan untuk memudahkan para nelayan agar dapat melaporkan kejadian yang menonjol atau peristiwa yang ada di perairan," jelas Aldi saat ditemui di Dermaga Marina Ancol, Kamis (18/12).

Melalui stiker tersebut, nelayan yang mengalami kendala teknis atau menghadapi cuaca buruk saat berlayar dapat langsung terhubung dengan pusat komando kepolisian untuk mendapatkan pertolongan darurat secara real-time. (MGN/P-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya