Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

KAI Daop 3 Cirebon Petakan 10 Titik Rawan Bencana

Nurul Hidayah    
16/12/2025 15:12
KAI Daop 3 Cirebon Petakan 10 Titik Rawan Bencana
AMUS disiagakan di titik rawan bencana di Daop 3 Cirebon(MI/Nurul)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon telah memetakan sejumlah titik di wilayah kerjanya yang rawan terhadap bencana banjir, longsor, dan amblesan. Pemetaan ini dilakukan sebagai upaya meminimalisasi potensi gangguan perjalanan kereta api (KA) selama musim penghujan.

Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menjelaskan pihaknya telah melakukan berbagai upaya preventif dan menyiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di 17 titik strategis.

“Kami telah melakukan berbagai upaya. Di antaranya dengan melakukan pemeriksaan geometri jalan rel secara berkala, perkuatan batu balas dengan sand bag di lokasi tertentu, dan ecer pasir di lokasi tertentu,” tutur Muhibbuddin.

Berdasarkan pemetaan, terdapat sepuluh lokasi yang diidentifikasi rawan bencana, sebagian besar merupakan daerah rawan amblesan/tanah labil dan rawan banjir.

Titik rawan amblesan/tanah labil di KM 148+500 hingga 152+200 (Cilegeh-Kadokangabus, jalur hulu dan hilir); serta KM 175+000 s.d 176+100 (Telagasari-Jatibarang, jalur hulu dan hilir).

Sementara rawan banjir di KM 187+600/700 (Losari - Tanjung, hulu dan hilir), KM 86+500 s.d 86+700 (Cikampek-Tanjungrasa, hulu dan hilir), KM 220+700 s.d 220+800 (Cirebonprujakan-Waruduwur, hulu dan hilir), KM 161+600 s.d 161+700 (Tanjung – Brebes, hulu dan hilir), KM 243+200 s.d 243+600 (Sindanglaut-Ciledug, hulu dan hilir), KM 252+500 s.d 252+800 (Ciledug-Ketanggungan, hulu dan hilir).

Selain perkuatan struktur rel, Daop 3 juga melakukan normalisasi saluran air dari tumpukan sampah dan perkuatan penahan tanah dengan retaining wall maupun bronjong pada daerah pengawasan khusus.

Untuk tindakan cepat darurat, AMUS (Alat Material Untuk Siaga) telah ditempatkan di 17 titik, termasuk di stasiun-stasiun besar seperti Cirebon, Cirebon Prujakan, Jatibarang, dan Babakan. AMUS ini terdiri dari bantalan kayu dan beton, karung isi pasir, penambat rel, dan batu balas.

“Prasarana kereta api memegang peranan penting dan sebagai faktor utama untuk memastikan perjalanan kereta api berjalan lancar, selamat, dan tepat waktu,” pungkas Muhibbuddin. (UL/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya