Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Padang Panjang memutuskan menurunkan Status Tanggap Darurat menjadi Status Transisi Darurat Menuju Pemulihan selama enam bulan ke depan.
Keputusan tersebut disampaikan Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis saat Rapat Evaluasi Pelaksanaan Status Tanggap Darurat Bencana di Posko Utama, Sabtu (13/12).
Status Transisi Darurat Menuju Pemulihan ditetapkan karena tujuh dari delapan poin kegiatan pada masa Tanggap Darurat sudah tidak dilaksanakan lagi. Satu-satunya yang masih berjalan hingga saat ini adalah pencarian korban.
“Hari ini kita semua sepakat untuk menurunkan status Tanggap Darurat menjadi Transisi Darurat Menuju Pemulihan di Kota Padang Panjang untuk enam bulan ke depan pada tahap awal,” ujar Wali Kota.
Ia menyampaikan, Pemerintah Kota saat ini telah mulai melakukan perencanaan pemulihan. Seluruh OPD dan pihak terkait diminta terus mengawal berbagai usulan yang telah diajukan ke kementerian.
“Kita harus bertanggung jawab atas amanah yang diberikan. Carilah bantuan sebanyak mungkin karena fase ini cukup panjang. Kita harus bisa kembali normal, baik dari sisi fasilitas maupun perputaran ekonomi. Jangan sampai terjadi perlambatan ekonomi yang besar dengan alasan kebencanaan,” tuturnya.
Wako Hendri juga menegaskan pentingnya kolaborasi antarseluruh OPD. Ia meminta tidak ada ego sektoral dan seluruh perangkat daerah terus berkoordinasi serta menyampaikan laporan perkembangan secara berkala.
“Saya tidak ingin OPD saling menjatuhkan. Kolaborasi harus kita jaga. Saya juga meminta perkembangan dilaporkan setiap hari mulai hari ini dan seterusnya, sesuai dengan usulan yang telah kita sampaikan,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota, Sonny Budaya Putra menjelaskan, pada masa transisi ini pencarian korban tetap difokuskan di aliran sungai yang bermuara dari wilayah Padang Panjang dan dimulai dari kawasan Kayu Tanam.
“Pencarian korban dapat dihentikan apabila telah ada surat keikhlasan tertulis bermaterai dari keluarga korban. Untuk korban yang berasal dari Padang Panjang, seluruhnya sudah ada. Sementara untuk korban dari luar Padang Panjang masih dalam proses,” jelasnya.(H-2)
Mengisi momentum pergantian tahun di tengah suasana bencana, Pemerintah Kota Padang Panjang menggelar Tablig Akbar, Zikir, dan Doa Bersama saat menyambut Tahun Baru 2026.
Penyusunan dokumen ini merupakan tindak lanjut atas arahan pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Material longsor berupa tanah, batu besar, dan pepohonan memenuhi badan jalan, menyebabkan akses menuju Tanah Datar dan sebaliknya lumpuh total.
Petugas dari berbagai unsur bahu-membahu mengevakuasi masyarakat yang terjebak di area tersebut sejak pagi hingga malam hari.
PUSAT Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) Kota Padang Panjang, Sumatra Barat, membuka fasilitas taman binatang yang kini telah dihuni dua ekor rusa.
“Kalau terlalu lama di lokasi pengungsian, mereka bisa merasa terasing. Karena itu, saat sudah punya tempat, mereka bisa beradaptasi kembali dengan lingkungan dan masyarakat sekitar."
Pelaksanaan doa bersama di lokasi bencana ditujukan sebagai pengingat bagi seluruh masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana serta terus saling menguatkan dalam masa pemulihan.
Kepala Dspangtan Kota Padang Panjang Ade Nafrita Anas menyampaikan, penularan rabies bisa melalui gigitan HPR.
Disampaikan Wako Hendri, Gemilang Sehati ini dibagi dalam beberapa tahap. Tahap I sudah terlaksana di sekolah-sekolah di Padang Panjang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved