Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

PLN Terapkan Listrik "Tanpa Kedip" di NTB

Yusuf Riaman
12/12/2025 13:41
PLN Terapkan Listrik
Peresmian penerapan Zero Down Time di kawasan Kantor Gubernur(Dok: Diskominfotik NTB)

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi provinsi pertama di Indonesia yang berhasil mengimplementasikan sistem listrik "Tanpa Kedip" (Zero Down Time) di kawasan pusat pemerintahan. 

Program ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Provinsi NTB dan PT PLN (Persero), yang diproyeksikan menjadi role model nasional bagi provinsi lain.

Peresmian penerapan Zero Down Time di kawasan Kantor Gubernur, Jumat (12/12), dihadiri langsung oleh Gubernur NTB, Iqbal, yang memberikan apresiasi tinggi kepada PLN.

“PLN adalah pahlawan pada setiap kerja besar yang kami laksanakan di NTB. Ke depan, PLN di NTB kedip saja tidak boleh, apalagi mati. Karena kantor gubernur kini menjadi venue banyak event besar dan kegiatan semacam ini,” tegas Iqbal.

Direktur Distribusi PLN, Asyadany Ghana Akmalaputri, menegaskan bahwa kawasan Kantor Gubernur NTB kini disuplai oleh dua gardu induk, empat penyulang, lapisan proteksi berlapis, hingga sistem changeover switch berbasis GPS, yang menghasilkan suplai listrik bebas padam bahkan tanpa kedip.

"Ini komitmen publik bahwa pusat pemerintahan harus punya keandalan tertinggi," ujarnya.

Gubernur Iqbal juga memaparkan visi besar kerja sama regional dalam Forum Kerja Sama Regional Bali, NTB, dan NTT (KRBNN). Salah satu agenda strategis forum adalah pembangunan Super Grid Bali, NTB, dan NTT, guna membentuk kawasan distribusi energi mandiri.

"Kami ingin ke depan Bali tidak lagi tergantung jaringan Jawa. Bali memakai energi hijau dan kami di NTB-NTT yang memproduksinya," jelasnya.

NTB dan NTT disebut memiliki cadangan energi terbarukan raksasa, di mana potensi floating solar panel dari 77 bendungan di NTB saja dapat menghasilkan ratusan megawatt listrik hijau. Gubernur Iqbal menambahkan bahwa Pemerintah Singapura dan Inggris telah menyatakan kesiapan melakukan studi kelayakan (visibility study) pada tahun 2026.

Sementara itu, Komisaris Independen PLN, Ali Masykur Musa, mengapresiasi kerja keras PLN dan menyebut bahwa mengurus listrik adalah pekerjaan religius karena listrik merupakan kebutuhan dasar umat. (YR/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya