Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN kubik kayu yang hanyut bersamaan debris banjir bandang di dua Daerah Aliran Sungai (DAS) yakni Air Dingin dan Batang Kuranji menunjukkan bahwa keadaan di hulu tak baik-baik saja. Terlepas dari faktor duaca ekstrem atau siklon tropis senyar penyebab banjir bandang pada 27 November lalu, namun kerusakan ekologis juga sangat mencolok.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatra Barat menegaskan bahwa gelondongan kayu yang terseret banjir bandang merupakan 'jejak visual' masifnya aktivitas penebangan liar di kawasan hulu. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Sumbar menyatakan bahwa hulu sungai yang memicu banjir bandang justru berada di kawasan hutan primer yang tidak tersentuh aktivitas korporasi.
WALHI Sumbar merilis temuan yang mengejutkan: dari analisis citra satelit, terdapat sedikitnya 15 titik aktivitas illegal logging di dalam kawasan hutan lindung dan kawasan konservasi Suaka Margasatwa Bukit Barisan.
“Gelondongan kayu yang dibawa galodo adalah bukti paling jelas. Citra satelit menunjukkan kerusakan serius di hulu DAS Air Dingin. Ini memperkuat indikasi banjir bandang bukan hanya bencana alam, tetapi efek langsung dari rusaknya tutupan hutan,” kata Kepala Divisi Penguatan Kelembagaan dan Penegakan Hukum Lingkungan WALHI Sumbar, Rabu (10/12).
Tommy mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah. “Apa yang sudah dilakukan Pemprov Sumbar? Kita tunggu niat baiknya,” ujarnya.
Berbeda dengan temuan WALHI, Pemprov Sumbar melalui Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatra Barat Ferdinal Asmin menyebut, hasil pemantauan drone dan inspeksi lapangan tidak menemukan aktivitas perusahaan kayu di hulu galodo Lubuk Minturun.
“Kawasan atas itu hutan primer. Yang terlihat adalah longsoran tebing bukit di ketinggian 1.300–1.500 mdpl. Material longsor itulah yang menutup alur sungai,” ujarnya.
Menurut pemerintah, pemicu utama bukanlah aktivitas ilegal, melainkan pergerakan tanah dari tebing curam di kawasan cagar alam.
Ia menambahkan, material yang tersapu galodo terdiri dari gelondongan kayu yang tercerabut akibat longsor, campuran sisa ladang masyarakat di tengah dan hilir DAS.
Menurutnya, pembukaan ladang oleh warga memang ditemukan, namun berada di APL (Area Penggunaan Lain) dekat permukiman, bukan di kawasan hutan negara.
“Kalau ada pelanggaran, tentu akan ditindak. Tapi perusahaan kayu tidak ada di sana. Perusahaan kayu hanya ada di Mentawai, Sijunjung, dan Dharmasraya,” katanya.
Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi menegaskan bahwa bencana banjir bandang yang melanda sejumlah daerah merupakan dampak gabungan dari faktor hidrometeorologi, ekologi, serta adanya indikasi aktivitas penebangan kayu yang kini tengah ditelusuri lebih lanjut.
“Ini bencana kombinasi antara hidrometeorologi dan ekologi. Ada indikasi penebangan kayu, dan itu akan kita lihat serta pastikan lewat penyelidikan di lapangan,” kata Mahyeldi.
Kapolda Sumatra Barat Gatot Tri Suryanta memastikan pihaknya turun tangan untuk memeriksa asal-usul kayu yang ikut terseret galodo.
“Terkait dugaan pembalakan, kami sedang menyelidiki. Apakah kayu gelondongan itu hasil pembalakan atau bagian dari material longsor,” tegasnya.
Hingga saat ini, akibat banjir bandaNg atau galodo di sejumlah DAS di Kota Padang, 11 orang meninggal dunia. Sementara untuk keseluruhan Sumatra Barat sudah 238 orang meninggal.
BANJIR dan tanah longsor melanda hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara, sejak Senin (16/2) sore.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
KEMENTERIAN Kehutanan memanfaatkan kayu gelondongan yang hanyut akibat bencana hidrometeorologi untuk penyediaan hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak di Aceh Utara dan sumut
Kementerian Kehutanan mengintensifkan upaya tersebut untuk mendukung pemulihan lingkungan sekaligus pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) mengoptimalkan pemanfaatan kayu gelondongan yang hanyut saat bencana banjir bandang di Sumatra.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) melanjutkan upaya penanganan kayu gelondongan sisa bencana Sumatra, khususnya di wilayah Aceh dan Sumatra Utara.
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
PENYINTAS banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, masih belum baik-baik saja.
CITI Foundation berkolaborasi dengan Save the Children Indonesia untuk memberikan respons kemanusiaan menyeluruh bagi anak-anak dan keluarga terdampak banjir di wilayah Sumatra Utara.
WARGA korban banjir di kawasan Provinsi Aceh hingga kini masih harus menjalani hari-hari yang berat.
HINGGA hari ke-3 Ramadan, ratusan ribu penyintas banjir Sumatra masih menjalan hari-hari di atas lumpus dan di balik tumpukan kayu gelondongan yang terbawa air bah kala itu.
SUASANA malam di Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, mendadak berubah mencekam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved