Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Tak Seperti Bupati Aceh Selatan, Walkot Banda Aceh Batal ke Turki karena masih Darurat Bencana

Media Indonesia
09/12/2025 15:49
Tak Seperti Bupati Aceh Selatan, Walkot Banda Aceh Batal ke Turki karena masih Darurat Bencana
Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah (kanan) disaksikan Penjabat Wali Kota Banda Aceh Ade Surya (kedua kanan) menerima buku visi dan misi kepala daerah periode 2025-2030 paslon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Banda Aceh nomor urut satu Illiza Sa'aduddin Dja(Antara)

WALI Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal membatalkan perjalanan ke Istanbul, Turki, akibat kondisi wilayah yang dipimpinnya masih berstatus tanggap darurat bencana. 

"Dibatalkan karena kondisi bencana, jadi hanya kirim video saja ke Turki. Apalagi acaranya dari tanggal 5-8 Desember, dan itu saya memonitor distribusi gas di Banda Aceh," kata Wali Kota Illiza Sa'aduddin Djamal saat dikonfirmasi, Selasa (9/12).

Illiza sebelumnya menerima undangan dari AK Party, partai politik konservatif berhaluan tengah-kanan dan demokratis di Turki, untuk menghadiri Woman in Local Government Summit di Istanbul. Kegiatan ini menargetkan tokoh-tokoh perempuan serta pemimpin perempuan yang menjabat sebagai Wali Kota dan anggota Dewan Kota dari berbagai negara.

Keberangkatan Illiza ke Turki telah mendapatkan izin dari Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang menyampaikan permohonan izin tersebut ke Mendagri, karena kondisi Banda Aceh relatif terkendali dan disambut baik oleh pihak kementerian.

Meski demikian, Illiza memilih tetap di Banda Aceh demi memantau situasi. 

"Tapi saya kepikiran, kalau pergi tidak enak hati. Walaupun Banda Aceh sudah terkendali persoalan banjir, tapi tetap ada masalah, karena kita semua tergantung kepada Medan untuk pasokan pangan dan lainnya," ujarnya.

"Ini yang menjadi persoalan kita. Semoga Allah SWT memberikan jalan terbaik bagi Aceh dalam menghadapi musibah yang maha berat ini," pungkas Illiza. 

Keputusan ini berbanding terbalik dengan sikap Bupati Aceh Selatan, Mirwan, yang tetap berangkat umrah ke Mekah di saat wilayah Aceh Selatan masih terdampak cukup parah akibat bencana yang mendera pada akhir bulan November itu.

Hal yang lebih memprihatinkan ialah Mirwan tetap berangkat umrah bersama keluarga tanpa mendapat izin dari Gubernur Muzakir Manaf. Pria yang akrab disapa Mualem itu menyebut, kondisi Aceh Selatan sangat memprihatinkan sehingga tidak pantas bila kepala daerah meninggalkan rakyatnya. Izin dari Gubernur Aceh yang tidak turun, otomatis juga menggugurkan izin dari Kementerian Dalam Negeri.

Padahal beberapa hari sebelumnya, Mirwan telah menandatangani surat bahwa ia tidak sanggup menangani bencana sehingga meminta bantuan dari Pemerintah Provinsi Aceh. (Ant/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik