Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merilis pembaruan data terkait banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra hingga Minggu (7/12) malam.
Dalam laporan Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatin BNPB) yang dirilis pukul 23.00 WIB, tercatat 921 orang meninggal dunia dan 392 orang masih hilang. Sementara itu, total warga terdampak mencapai 3,3 juta jiwa.
Rincian data korban:
Sebaran korban meninggal per provinsi:
BNPB menegaskan bahwa data ini masih bersifat dinamis dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan pendataan di lapangan.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, dalam rapat terbatas di Aceh, Minggu (7/12) melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa di Aceh masih terdapat dua kabupaten yang terisolasi dan menghadapi kondisi berat, yakni Bener Meriah dan Aceh Tengah.
Di kedua kabupaten tersebut, jumlah gampong atau kelurahan yang terdampak banjir masih cukup banyak.
“Untuk Bener Meriah ada 232 desa atau gampong, Aceh Tengah 295 desa di 14 kecamatan,” kata Suharyanto. (P-4)
Ia menambahkan, beberapa wilayah yang sebelumnya sulit diakses kini berangsur pulih.
"Aceh Tamiang yang kemarin belum bisa masuk, sekarang sudah relatif sudah bisa masuk bantuan dari darat, meskipun jumlah gampong yang terdampak masih 216 gampong," ujarnya.
(P-4)
Kepala BNPB memastikan setiap kepala keluarga yang kehilangan rumah akan memperoleh satu unit hunian, meski sebelumnya tinggal bersama dalam satu rumah.
Hingga Senin (19/1), banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang dengan Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi antara 10 hingga 200 sentimeter.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
BANJIR dan tanah longsor yang terjadi di Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah memutus akses jalan masyatakat dan merusak rumah warga.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Nasional Letjen TNI Suharyanto menegaskan, pemerintah tidak membeda-bedakan satu daerah dengan daerah yang lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved