Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mulai menyalurkan sebanyak 26,5 ton bantuan untuk bencana yang melanda wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
“Bantuan tersebut berasal dari seluruh elemen masyarakat yang bersinergi dengan Pemprov,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Adhy Karyono di Surabaya, Jumat (5/12).
Bantuan tersebut meliputi berbagai kebutuhan masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor yang dikirim ke Sumatra Utara (Sumut) sebanyak 13,5 ton dan 13 ton ke Aceh.
Jenis bantuan yang dikirim berupa permakanan, sandang, obat obatan, kebutuhan keluarga, dan alat kebersihan. “Kami alokasikan anggaran untuk mengirimkan bantuan agar barang yang dikirim terjamin kualitas dan bisa dimanfaatkan bagi masyarakat di sana,” ujar Adhy.
Selain itu, berdasarkan Surat Edaran Mendagri, Sekdaprov Jatim telah mengalokasikan anggaran untuk Bantuan Keuangan kepada tiga provinsi di Sumatra tersebut. Pemprov Jatim mengalokasikan anggaran senilai Rp5 miliar untuk Sumatra Utara, Aceh sebesar Rp3 miliar, dan Sumatra Barat Rp2,5 miliar. “Bantuan keuangan ini melengkapi bantuan yang flexibel dan bisa digunakan sebagai tanggap darurat,” katanya.
Kemudian Pemprov melalui BPBD Jatim telah memberangkatkan 14 truk lebih bantuan yang akan diterbangkan. Bantuan ini digalang dari berbagai komponen di Jawa Timur seperti Perangkat Daerah Pemprov Jatim, CSR perusahaan, masyarakat Jatim, NGO serta pemerintah kabupaten/kota.
“Pengiriman kloter pertama dari Jawa Timur ini diharapkan dapat membantu meringankan saudara kita yg terdampak bencana di Sumut, Sumbar dan Aceh,” kata Adhy.
Adhy menjelaskan, kebutuhan masyarakat terdampak bencana Sumatra saat ini sudah bergeser setelah seminggu lebih melewati fase tanggap darurat. Dia mencontohkan seperti makanan yang dibutuhkan masyarakat harus berkualitas, cepat saji dan tahan lama.
Kemudian barang maupun donasi yang dikirim akan diutamakan peralatan untuk kebutuhan kebersihan rumah seperti sapu, sikat, ember serta cairan pembersih.
Pemprov Jatim juga mengirimkan bantuan tim tenaga kesehatan untuk membantu masyarakat apabila mulai terserang penyakit di pengungsian. “Kami juga mengirimkan bantuan obat obatan hingga dokter dokter akan disiapkan. Mudah mudahan dengan pengiriman dengan cargo bisa lebih cepat dan sampai sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya. (H-1)
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
BENCANA banjir dan 18 titik longsor melanda Kabupaten Jepara, sebanyak 1.445 keluarga ( 3.522 jiwa) warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara terisolasi akibat terputusnya akses jalan.
mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Keterisolasian ini memaksa harga durian di tingkat petani terjun bebas. Durian ukuran sedang yang biasanya dihargai Rp8.000 per buah, kini hanya bernilai Rp2.500 per buah.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
Menariknya di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh sekarang lahir ide baru dan patut diacungkan jempol. Ini bisa jadi inovasi untuk menyikapi dunia pendidikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved